Bencana tanah bergerak terus menerjang Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026). Data Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal mencatat, jumlah rumah terdampak terus bertambah hingga mencapai 448 bangunan. Akibat kondisi yang semakin berisiko, sebanyak 1.686 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari potensi ambruknya rumah akibat pergerakan tanah.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turun langsung ke lokasi bencana untuk meninjau dampak tanah bergerak sekaligus memastikan penanganan dan bantuan bagi warga terdampak berjalan optimal.
Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah akan menyediakan tempat tinggal sementara hingga hunian tetap bagi warga Desa Padasari, Kabupaten Tegal, yang terdampak bencana tanah bergerak. Hunian permanen tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan sertifikat kepemilikan untuk warga.
"Sertifikat nanti akan diurus. Ibu bapak tidak perlu khawatir akan dapat rumah berikut sertifikatnya," ujarnya.
Gibran menjamin pengurusan cepat dokumen penting warga yang hilang akibat bencana, seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan KK, dengan proses selesai dalam satu hari. Ia juga meminta Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Tegal memberi perhatian khusus pada kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, anak-anak, dan difabel, dengan memastikan layanan kesehatan dan obat-obatan tersedia selama 24 jam.
Warga Desa Padasari, Kailah, menyatakan kesediaannya untuk direlokasi ke lokasi yang lebih aman, mengingat wilayah tempat tinggalnya sudah berkali-kali terdampak bencana tanah bergerak dan dinilai rawan.



