Jumlah korban tewas akibat ledakan di tambang batu bara ilegal di India bertambah. Tercatat ada 23 orang yang dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/2) waktu setempat. Ledakan terjadi di distrik East Jaintia Hills dan menghancurkan tambang yang disebut 'tambang lubang tikus'.
"Hari ini kami menemukan empat jenazah lagi. Kami akan melanjutkan operasi penyelamatan lagi besok," kata pejabat senior distrik Manish Kumar dilansir AFP, Sabtu (7/2/2026).
Salah satu pria yang terluka juga meninggal dunia di rumah sakit pada hari Jumat (5/2). Jumlah korban tewas menjadi 23 orang.
Tambang lubang tikus adalah lubang vertikal dalam, sering digali di lereng bukit, yang bercabang menjadi terowongan sempit untuk mengekstrak batu bara dan mineral lainnya.
Pengadilan lingkungan federal India melarang penambangan lubang tikus di Meghalaya pada tahun 2014 setelah masyarakat setempat mengeluh bahwa praktik tersebut mencemari sumber air dan membahayakan nyawa.
Namun, praktik tersebut tetap meluas di seluruh negara bagian, terutama di East Jaintia Hills.
Kepala kepolisian distrik Vikash Kumar mengatakan pada hari Kamis bahwa ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh ledakan dinamit.
(ygs/ygs)




