Kemendagri Ingatkan Pengelolaan Anggaran By Design

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Restuardy Daud mengajak jajarannya menerapkan pengelolaan anggaran by design, yakni direncanakan, dilaksanakan, dikawal sampai dengan pertanggungjawaban. 

“Artinya pengelolaan anggaran ini merupakan momentum untuk mendorong pertumbuhan dan penggunaan anggaran yang bisa dirasakan langsung langsung manfaatnya bagi masyarakat melalui pemerintahan daerah,” ungkap Restuardy Daud pada acara Bangda Awards di Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026.

Baca Juga :
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
Anggota DPR Beri Nilai 50 ke Menteri Pariwisata gegara Banyak Habiskan Anggaran di Seminar

Pada event Bangda Awards, selain memberikan penghargaan atas pengelolaan anggaran, juga dilakukan penandatangan Perjanjian Kinerja Ditjen Bangda Tahun 2026 oleh Dirjen, Sekretaris dan Direktur di lingkup Ditjen Bangda Kemendagri.

Dia menjelaskan, tahun 2026 ini, anggaran Ditjen Bangda Kemendagri mengalami peningkatan siginifikan dibanding tahun 2025 lalu yakni sebanyak Rp 459 miliar.

Adapun realisasi anggaran tahun 2025 mencapai 99.6 persen. "Karena itu, Saya berharap tahun 2026, minimal pencapaiannya 99,7," kata Restuardy.

Terkait pengelolaan anggaran, Restuardy mengutip harapan Presiden Prabowo, tentang pentingnya mewujudkan negara kesejahteraan. Yakni konsep pemerintahan yang memegang peran utama dalam melindungi dan menjamin kesejahteraan sosial-ekonomi warganya, umumnya melalui penyediaan pendidikan, layanan kesehatan, asuransi sosial, dan jaminan hari tua. 

“Sistem ini bertujuan menciptakan persamaan kesempatan, pemerataan pendapatan, dan keadilan,” timpalnya.

Loyalitas

Pada kesempatan itu Dirjen Bangda juga mengutip peringatan dari Presiden Prabowo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian soal adanya kompetensi dan loyalitas aparatur pemerintah.

Ada fenomena aparatur yang selalu mengatakan siap, laksanakan, seakan-akan patuh tapi pada kenyataannya tugas yang diberikan atasan tidak dilaksanakan. 

"Seharusnya kita semua komitmen terhadap semua tugas yang diberikan kepada kita. Ini saya ingatkan kepada kita semua," kata Restuardy dengan nada tegas.

Menurut Restuardy, pada prinsipnya dalam manajemen sumber daya manusia (SDM), bentuk-bentuk karakter terbagi dua, pertama adalah SDM yang kompeten dan SDM yang loyal.

Kompeten adalah mampu mengerjakan dan loyal adalah bisa mengikuti apa yang menjadi tugasnya.

Kompetensi bisa dibangun. Caranya antara lain dengan pelatihan, seminar dan semacamnya. Tapi kalau loyalitas ini benar benar harus diperhatikan, bisa dilakukan dengan cara memotivasi.

Idealnya, menurut Restuardy, aparatur yang baik adalah yang kompeten dan loyal. 

Baca Juga :
Kepala BNPB Curhat Anggaran Pencegahan Bencana Minim, Upayakan Pinjaman Luar Negeri
BNN Minta Tambahan Anggaran Rp1,39 T, Komjen Suyudi Ungkap Alasannya
Dedikasi Praja IPDN dan ASN Kemendagri Selama Penugasan Pascabencana di Aceh Tamiang Diapresiasi Mendagri Tito

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Semifinal BATC 2026: Tim Putri Indonesia vs Korea Selatan Berlangsung, Tim Putra vs Jepang Sore Ini
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Kumpul Bareng UMKM Penerima Manfaat Pertamina di Tebet
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Sekadar Aji Mumpung, Ini Alasan Jerome Kurnia Didapuk Jadi Vokalis Ricecooker
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perkuat Layanan Kesehatan, Indonesia Lakukan Kerja Sama dengan University of Oxford
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Habiburokhman: Pernyataan Tokoh soal Pergantian Kapolri Salah Kaprah
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.