Sambangi Rumah Duka Siswa SD di NTT, Kemendikdasmen Berikan Santunan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10), seorang murid kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/2). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut komitmen kementerian dalam mendampingi keluarga yang tengah berduka.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Yohanes. Beliau menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yohanes Bastian Roja. Meninggalnya Yohanes merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” ujar Menteri Mu’ti.

Kunjungan ke kediaman almarhum dilakukan oleh perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di wilayah NTT, yang terdiri dari Kepala Subbagian Umum Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, Damita Limbu, perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTT, Risyono dan disaksikan oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, NTT. Selain menyampaikan belasungkawa, tim kementerian juga menyerahkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pihak keluarga, yakni Maria Goreti Te’a (ibunda almarhum), Wihelmina Nenu (nenek), dan Dominikus Nou (paman). Dominikus, mewakili pihak keluarga, menyampaikan apresiasi atas perhatian cepat yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” ungkap Dominikus dengan haru.

Penguatan Ekosistem Pendidikan yang Suportif

Sebelumnya, melalui pernyataan resmi pada 4 Februari 2026, Kemendikdasmen menegaskan bahwa kondisi emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks yang memerlukan perhatian berkelanjutan dari sekolah, keluarga, dan masyarakat. Mendiang Yohanes sendiri tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), namun kementerian menekankan bahwa perlindungan anak tidak boleh berhenti pada dukungan finansial semata.

Kementerian berkomitmen melalui BPMP NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif agar setiap anak merasa didengar dan dihargai,” tutup Abdul Mu’ti.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Orasis Art Space Gelar Pameran Arsip “Segue #3: Amang Rahman – Emanasi”
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Esports: Empat Tim Tersisa Siap Panaskan Semifinal CFLC 2025–2026
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Berlin putarkan film "Sandiwara" yang dibintangi Michelle Yeoh
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
PAN Dukung Prabowo 2 Periode, PKS Ngaku Belum Bahas Pilpres 2029
• 21 jam laludetik.com
thumb
Rayakan 40 Tahun Berkarya, Dream Theater Bakal Konser Selama 3 Jam di Jakarta
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.