Mulai Jual e Vitara, Ini Strategi Suzuki Hadapi Mobil Listrik China

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Masuknya berbagai merek mobil listrik asal China dengan strategi harga agresif membuat persaingan pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin ketat. Namun, Suzuki Indonesia memilih pendekatan berbeda dalam memasarkan e Vitara, model listrik pertamanya di Tanah Air.

Alih-alih terlibat dalam perang harga dan batasan kuota pemesanan, Suzuki menegaskan fokus pada penguatan nilai produk, layanan, serta loyalitas konsumen yang telah terbangun selama puluhan tahun di Indonesia.

“Kami tidak menggunakan cara-cara yang merek lain gunakan. Fokus kami adalah bagaimana kami men-deliver produk dan pelayanan yang mempunyai nilai tinggi untuk para konsumen,” Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W Suzuki Indomobil Sales (SIS), Dony Ismi Himawan Saputra di Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2).

Lanjutnya, Suzuki memposisikan e Vitara sebagai kendaraan listrik premium yang menggabungkan teknologi modern dengan karakter SUV khas Suzuki. Model ini lanjut Dony ditujukan bagi konsumen yang menghargai nilai sejarah merek dan menginginkan pengalaman berkendara yang eksklusif.

“e Vitara ini diposisikan sebagai kendaraan listrik premium yang sarat fitur, dengan visual yang memadukan kecanggihan digital dan ketangguhan SUV. Melalui e Vitara, konsumen bisa menjadi bagian dari sejarah Suzuki, karena ini adalah kendaraan listrik pertama kami di Indonesia,” kata Dony.

Basis pengguna setia Suzuki di Tanah Air menjadi salah satu modal utama dalam menghadapi gempuran merek China. Selama ini, Suzuki dikenal kuat di segmen SUV dan kendaraan yang mengedepankan daya tahan serta keandalan.

“Kami punya akar yang kuat di segmen SUV. Ada sejarah yang panjang, keahlian yang mumpuni, dan sudah terbukti,” lanjutnya.

Suzuki meyakini bahwa loyalitas tersebut masih menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian, meskipun di tengah banyaknya pilihan mobil listrik dengan harga lebih terjangkau.

“Kami yakin banyak pecinta Suzuki di Indonesia yang cukup loyal dengan kualitas dan keahlian kami,” katanya.

Selain mengandalkan kekuatan merek, Suzuki juga menjadikan layanan purna jual sebagai pembeda utama. Perusahaan telah menyiapkan mekanik khusus kendaraan listrik yang telah melalui proses sertifikasi.

“Untuk mobil listrik ini tidak bisa ditangani oleh mekanik reguler. Kami sudah menyiapkan mekanik tersertifikasi dan special tools khusus,” ujarnya.

Suzuki juga memastikan penanganan baterai bekas telah dipersiapkan sejak awal, termasuk sistem pengelolaannya setelah masa pakai berakhir. “Kalau masa pakai baterai sudah habis, konsumen tinggal menghubungi dealer resmi. Baterai bekasnya akan kami tangani, jadi konsumen tidak perlu memikirkan limbahnya,” tambahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BGN dan Kemensos Matangkan Skema MBG untuk Lansia-Disabilitas
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kuyank: Saranjana the Prequel Kuasai Bioskop, Jadi Film Indonesia 2026 ke-3 Tembus 300 Ribu Penonton 
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
SPBU Swasta Beli Solar dari Pertamina Mulai April 2026
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Awal Mula 4 Bocah Tewas di Jurang Ponorogo Ditemukan oleh Ortu
• 4 jam laludetik.com
thumb
Tergerus Potongan Aplikasi, Pengemudi Ojol di Bekasi Harus Kerja hingga 17 Jam Sehari
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.