KALIRA Ajak Masyarakat Terapkan Zero Waste Lifestyle untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

pantau.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Konservasi Alam dan Lingkungan Indonesia Raya atau KALIRA mengajak masyarakat Indonesia mengadopsi zero waste lifestyle sebagai langkah konkret mengatasi krisis sampah sekaligus meningkatkan kualitas hidup yang berkelanjutan.

Ketua Komunitas KALIRA Waskita Rini menegaskan perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut zero waste lifestyle bukan sekadar tren, melainkan aksi nyata yang harus segera diterapkan untuk menjawab tantangan lingkungan.

KALIRA mengusung tema Zero Waste Lifestyle Langkah Kecil untuk Perubahan Besar sebagai bagian dari program Indonesia ECO Jamboree 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Konsep zero waste lifestyle menekankan pengurangan limbah melalui lima prinsip dasar, yakni menolak barang yang tidak diperlukan, mengurangi konsumsi, menggunakan kembali barang, mendaur ulang material, serta mengompos limbah organik.

Pendekatan tersebut dinilai mendorong perubahan kebiasaan sederhana yang berdampak nyata bagi kelestarian lingkungan.

Sebagai bentuk implementasi, KALIRA menghadirkan Eco Craft Display berupa pameran karya dan inovasi ramah lingkungan.

Pameran tersebut menampilkan kreativitas komunitas, pelajar, UMKM hijau, serta pengrajin lokal.

Kegiatan berlangsung di Ruang Utama Perpustakaan Nasional Jakarta pada 4 hingga 6 Februari 2026.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan seminar nasional dan edukasi publik terkait praktik keberlanjutan.

Waskita menilai pendekatan zero waste semakin relevan seiring meningkatnya permasalahan sampah di Indonesia akibat pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi yang tidak berkelanjutan.

Minimnya pengelolaan sampah dari sumber turut memperburuk kondisi lingkungan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2024, timbunan sampah nasional mencapai 31,9 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 63,3 persen atau sekitar 20,5 juta ton telah terkelola, sementara 35,67 persen atau 11,3 juta ton sampah belum tertangani.

Peneliti Ahli Utama BRIN Sri Wahyono menyebut pengolahan sampah dari rumah sebagai fondasi utama perubahan besar dalam sistem pengelolaan lingkungan.

Ia menilai sampah plastik, organik, dan rumah tangga berkontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem, serta risiko kesehatan manusia.

Permasalahan sampah juga berkaitan erat dengan krisis iklim karena setiap satu ton sampah padat diperkirakan setara dengan 1,7 ton emisi karbon dioksida.

Pengelolaan sampah dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung target penurunan emisi nasional sebesar 31,89 persen pada tahun 2030.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Samsung Galaxy S26 Segera Tiba, Siap-siap Harganya Segini
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jelang pemilu Bangladesh, KBRI Dhaka ingatkan WNI perhatikan keamanan
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Konten Pendek "Jajah" Bumi, Sampai Muncul Pesaing Dramabox-FlickReels
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Anak Buahnya di PN Depok Kena OTT KPK, Ketua PT Bandung: Saya Merasa Terpukul dan Prihatin
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Anak Tengah Racuni Keluarga Pura-pura Lemas di TKP untuk Kelabui Polisi
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.