Trump Hadiri Sarapan Doa Nasional, Tegaskan Komitmen Membela Kebebasan Beragama

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada Kamis (5/2/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri acara Sarapan Doa Nasional. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya keyakinan agama dalam masyarakat Amerika dan kembali menegaskan bahwa pemerintah akan terus membela kebebasan beragama. 

Berikut laporan dari reporter Zhang Liang.

Reporter:  “Presiden Trump menjadikan ‘pemulihan iman’ sebagai tema utama pidatonya, dan mengaitkannya dengan pandangannya mengenai persatuan nasional serta situasi internasional. Trump menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi kebebasan beragama. Ia mengatakan akan memulihkan Amerika sebagai negara yang beriman, sekaligus sebagai mercusuar kebebasan dan keadilan. Ia juga menyebut bahwa dalam beberapa tahun terakhir, para pemimpin agama menghadapi banyak tantangan, namun tetap banyak yang menunjukkan keberanian dan keteguhan iman.”

Presiden AS Donald Trump:  “Ini adalah tradisi Amerika yang indah. Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk kembali berkumpul dengan begitu banyak pemimpin luar biasa dan tokoh beriman di Sarapan Doa Nasional. Agama kini telah kembali, dan bahkan lebih hidup daripada sebelumnya.”

Trump mengatakan bahwa saat terakhir kali menghadiri sarapan ini, ia sempat bercanda bahwa dirinya “mungkin tidak akan masuk surga”, hanya untuk mengundang tawa. Namun tanpa disangka, media menanggapinya secara serius. Ia menambahkan bahwa meskipun dirinya bukan sosok yang sempurna, ia telah melakukan banyak hal baik bagi banyak orang dan bagi berbagai agama, sehingga mungkin saja ia tetap memiliki kesempatan masuk surga.

Donald Trump:  “Saya sungguh merasa, saya mungkin masih bisa masuk surga. Saya bukan kandidat yang sempurna, tetapi saya telah melakukan sangat, sangat banyak hal baik untuk orang-orang yang sempurna—itu pasti.”

Ketika berbicara tentang perlindungan nyata terhadap kebebasan beragama, Trump secara khusus menyinggung insiden pada 18 Januari di sebuah gereja di negara bagian Minnesota, yang disusupi oleh para pengunjuk rasa saat kebaktian berlangsung. Pekan ini, Departemen Kehakiman AS mengumumkan penangkapan dua tersangka tambahan terkait kasus tersebut, sehingga jumlah orang yang didakwa meningkat menjadi sembilan orang.

Reporter:  “Presiden Trump juga bersumpah bahwa dalam masa jabatan keduanya, iman tidak lagi hanya menjadi urusan pribadi, melainkan akan menjadi tema utama yang membimbing pengambilan keputusan pemerintahan Amerika. Setelah pidatonya, anggota DPR dari Partai Demokrat negara bagian Illinois, Jonathan Jackson, naik ke podium untuk memimpin doa. Dalam doanya, ia berharap kualitas-kualitas baik yang dimiliki Trump dapat diwujudkan demi Amerika dan dunia, serta agar kebaikan dan belas kasih dapat dinyatakan dengan cara yang baru dan kuat dalam kehidupan Trump.”

Laporan dari Zhang Liang dan Yixin, New Tang Dynasty Television, Amerika Serikat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ahmad Muzani Serukan Prabowo Presiden Dua Periode saat HUT Gerindra di DPR
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dapat data PPATK, KPK ungkap Waka PN Depok terima Rp2,5 M dari PT DMV
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
CBDK Bukukan Marketing Sales Rp430 Miliar Sepanjang 2025
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pimpinan KPK-MA Berkomunikasi Kurang 1 Jam Minta Izin Tahan Hakim
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Berkat Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel, Pembangunan Jalan Balielo Wajo Rampung 100 Persen
• 22 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.