Milan 2026: Harmoni Global di Tengah Ketegangan

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, Milan, Italia 

 Upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di San Siro menggabungkan kemegahan budaya Italia dengan pesan persatuan di tengah protes politik.

Stadion San Siro bertransformasi menjadi panggung megah yang memadukan seni Renaisans dan gaya kontemporer saat Italia secara resmi membuka Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. 

Mengusung tema "Armonia" atau harmoni, upacara ini berusaha merajut kembali persatuan global, meski sempat diwarnai oleh riuh ketegangan politik.

Pembawa bendera Italia, Arianna Fontana dan Federico Pellegrino, memimpin kontingen tim mereka.( Foto: Tom Jenkins/The Guardian)

Perayaan yang berlangsung selama tiga jam tersebut menampilkan kekayaan intelektual dan estetika Italia, mulai dari penghormatan terhadap komposer Verdi dan Puccini hingga penampilan memukau dari Andrea Bocelli yang membawakan Nessun Dorma. 

Kehadiran ikon musik Mariah Carey yang menyanyikan Volare dalam bahasa Italia serta dentuman piano Lang Lang semakin mempertegas ambisi Milan sebagai pusat budaya dunia.

Pesan Kemanusiaan di Tengah Friksi

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kirsty Coventry, dalam pidatonya menekankan bahwa esensi Olimpiade melampaui sekadar kompetisi fisik.

Atlet Ski AS Kirsty Coventry(Foto: The Guardians)

Mengutip filosofi Afrika, Ubuntu, ia mengingatkan dunia tentang keterhubungan antarmanusia.

"Melalui Anda (para atlet), kami melihat sisi terbaik dari diri kami sendiri. 

Anda menunjukkan bahwa kekuatan bukan hanya tentang menang, tetapi tentang keberanian, empati, dan hati," ujar Coventry di hadapan para atlet dan pejabat tinggi negara. 

Ia menambahkan bahwa semangat Olimpiade adalah tentang "apa yang membuat kita menjadi manusia."

Kontras Politik di Tribun Penonton

Namun, pesan harmoni tersebut menghadapi ujian nyata di tribun penonton. 

Di tengah sambutan hangat bagi para atlet, suasana berubah menjadi cemoohan saat kamera menyoroti kehadiran Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance.

Ketegangan ini berakar dari protes masyarakat lokal terkait kebijakan imigrasi dan kehadiran petugas keamanan AS di Milan yang memicu unjuk rasa beberapa jam sebelum upacara dimulai.

Sentimen serupa juga tersirat dari pernyataan Hunter Hess, atlet freestyle skier asal AS, yang mengakui adanya pergulatan emosional dalam mewakili negaranya di tengah situasi politik saat ini.

"Hanya karena saya memakai bendera ini, bukan berarti saya merepresentasikan semua yang sedang terjadi di AS," ungkapnya.

Pesta Budaya yang Sempurna 

Di balik dinamika politik tersebut, Direktur Kreatif Marco Balich berhasil menyuguhkan tontonan yang disebut-sebut sebagai salah satu upacara pembukaan paling ikonis. 

Melibatkan 70 penari dari Accademia del Teatro alla Scala dan ratusan seniman rias, pertunjukan ini menjadi narasi visual tentang sejarah Italia, fesyen, hingga gestur tangan yang khas.

Acara mencapai puncaknya ketika Presiden Republik Italia, Sergio Mattarella, secara resmi membuka pesta olahraga musim dingin tersebut. 

Dengan sorak-sorai yang memenuhi San Siro, Milano Cortina 2026 kini memulai perjalanannya, membawa harapan bahwa sportivitas dapat menjadi jembatan di dunia yang kian terfragmentasi.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Siapkan Pembuatan Lembaga Kelola Dana Umat, Berpotensi Kelola Rp 500 T
• 52 menit lalukatadata.co.id
thumb
Visa Indonesia Bidik Kerja Sama dengan BPD yang Ingin Akses Jaringan Global
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Relawan Jokowi Optimistis Prabowo Kembali Pilih Gibran Jadi Cawapres 2029: Jaminan Menang
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Transisi Nova Arianto ke Kurniawan Dwi Yulianto, Timnas Indonesia U-17 Kejar Target Lolos Piala Dunia
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Disaksikan Langsung Prabowo, Ini Daftar Lengkap Pengurus MUI 2025-2030
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.