Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menegaskan pentingnya pembangunan berbasis tata ruang yang berkeadilan sebagai kunci utama pencegahan bencana alam di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Nusron dalam acara doa bersama untuk keselamatan bangsa dan pengukuhan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sabtu (7/2/2026).
Menurut Nusron, berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan dan keselamatan rakyat.
“Ketika tata ruang diabaikan dan lingkungan dirusak, yang menjadi korban adalah masyarakat. Karena itu, negara wajib hadir dan bertanggung jawab,” tegas Nusron, Sabtu (7/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto mencabut izin puluhan perusahaan yang merusak lingkungan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyat.
Nusron juga mengapresiasi peran Majelis Ulama Indonesia dan organisasi keagamaan yang turut berkontribusi dalam penanganan pascabencana, mulai dari rehabilitasi masjid hingga bantuan rumah bagi guru ngaji dan marbot.
“Penanganan bencana bukan hanya tugas pemerintah. Kolaborasi antara negara, tokoh agama, dan masyarakat adalah kekuatan bangsa ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kementerian ATR/BPN akan terus memperkuat pengawasan pemanfaatan ruang dan memastikan setiap kebijakan pertanahan berpihak pada kemaslahatan umat dan keberlanjutan lingkungan.
Editor: Redaktur TVRINews




