Ketika Jam Tangan Kayu Berhasil Tembus Pasar Global- Kiprah Ma.ja Watch, UMKM Binaan BRI

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Berawal dari kecintaan terhadap jam tangan dan kepedulian terhadap lingkungan, Ma.ja Watch Indonesia tumbuh menjadi salah satu brand jam tangan kayu dengan identitas budaya Indonesia yang kuat. 

Di balik brand tersebut, terdapat sosok Justisia Dewi, seorang wirausaha yang konsisten memadukan desain modern, kriya tradisional, dan nilai keberlanjutan dalam setiap produknya. Perjalanan Ma.ja Watch pun semakin terarah setelah bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI.

Didirikan pada tahun 2021, Ma.ja Watch lahir dari ketertarikan Justisia terhadap jam tangan sebagai produk yang sangat personal dan dekat dengan penggunanya. Dari sana, muncul gagasan untuk menciptakan jam tangan berbahan kayu dan material ramah lingkungan lainnya, seperti limbah sumpit, yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki cerita dan makna budaya.

“Jam tangan bagi saya bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi bagian dari identitas pemakainya. Karena itu, Ma.ja Watch dirancang dengan cerita, nilai, dan sentuhan budaya Indonesia,” ujar Justisia Dewi, Founder Ma.ja Watch Indonesia.

Dalam proses pengembangannya, Ma.ja Watch melibatkan pengrajin lokal dari berbagai daerah, khususnya Tangerang Selatan dan Yogyakarta, dengan manajemen dan pengembangan brand yang berpusat di Cinere. 

Saat ini, Ma.ja Watch memiliki lokasi usaha di Ruko Cinere 8, Limo, Depok, serta telah hadir di sejumlah gerai ritel ternama seperti Alun-Alun Grand Indonesia dan Metro Margocity Depok.
Setiap koleksi Ma.ja 

Watch dirancang dengan mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal. Inspirasi tersebut tercermin dalam berbagai seri, mulai dari Srikandi yang terinspirasi dari pewayangan, hingga koleksi bertema alam dan daerah Indonesia seperti Bajo, Arjuna Srikandi, dan Kupu Sayap Renda. 

Nilai kesabaran, ketelitian, serta keunikan kriya buatan tangan menjadi ruh utama yang melekat pada setiap produk.
 
Namun, perjalanan Ma.ja Watch tidak lepas dari tantangan. Di awal usaha, edukasi pasar menjadi salah satu tantangan terbesar, mengingat jam tangan kayu masih tergolong produk yang belum umum di Indonesia. 

Selain itu, menjaga konsistensi kualitas produksi kriya juga memerlukan perhatian khusus.
Untuk bertahan dan terus berkembang, Ma.ja Watch fokus pada kualitas produk, penguatan storytelling, serta kolaborasi dengan pengrajin lokal. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
"Jalur Neraka" Latumeten, Butuh 2 Jam untuk Tempuh 1 Km
• 9 jam lalukompas.com
thumb
KPK: Duit Suap Sengketa Lahan Diserahkan di Arena Golf
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peran 10 Tersangka Penjual Anak ke Pedalaman Sumatera: Ibu Kandung hingga Calo
• 22 jam laludetik.com
thumb
Hector Souto Blak-blakan Sebut Timnas Futsal Indonesia Bakal Main Aman saat Hadapi Iran, Siap Pakai Taktik Parkir Bus?
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Gajah tanpa Kepala di Area Kerja PT RAPP Ungkap Dugaan Perburuan Liar
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.