Negara Termiskin Eropa Mendadak Ganti Mata Uang, Kenapa?

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Bulgaria. (Reuters TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah sejarah baru telah tercipta di kawasan Balkan. Bulgaria, negara yang selama ini sering dijuluki sebagai negara dengan tingkat ekonomi terendah di Uni Eropa, secara resmi telah menghentikan penggunaan mata uang nasionalnya, Lev, dan beralih sepenuhnya ke mata uang tunggal Euro per 1 Januari 2026.

Bergabungnya Bulgaria sebagai anggota ke-21 Zona Euro ini membuat jumlah pengguna mata uang tunggal di seluruh Eropa kini menembus angka 350 juta orang.

Momen ini dirayakan dengan penuh sukacita di ibu kota Sofia, menandai integrasi ekonomi terbaru di kawasan tersebut setelah terakhir kali dilakukan oleh Kroasia tiga tahun silam.


Baca: Trump Buka-bukaan Hasil Nego Nuklir dengan Iran, di Luar Dugaan

Bagi warga Bulgaria, transisi ini berarti perubahan nilai nominal uang mereka secara langsung. Sebagai gambaran, warga yang memiliki simpanan sebesar 10.000 leva kini akan melihat saldo mereka berubah menjadi sekitar 5.100 euro.

Selain kemudahan bertransaksi bagi turis dan pelaku usaha, menjadi anggota zona euro memberikan posisi strategis bagi Bulgaria dalam peta kebijakan moneter Eropa. Bulgaria kini mendapatkan kursi resmi di Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) yang memiliki hak suara dalam penetapan suku bunga di kawasan tersebut.

"Harapan saya terhadap euro sangat positif. Kita akan mendapat manfaat dari ini, terutama bagi siapa saja yang sering bepergian tidak akan ada lagi masalah penukaran mata uang," ujar Antonia Tsvetkova, seorang pengusaha perhiasan di Sofia kepada Reuters.

Meski komunitas bisnis sangat mendukung langkah ini, transisi ke euro dilakukan di tengah situasi politik domestik yang masih bergejolak. Bulan lalu, pemerintah Bulgaria mengundurkan diri menyusul aksi protes besar-besaran terkait rencana kenaikan pajak.

Baca: Dunia "Sejengkal" menuju Perang Nuklir Gegara AS-Rusia, China Teriak!

Jajak pendapat menunjukkan bahwa opini publik masih terbelah. Sebagian warga Bulgaria merasa khawatir bahwa adopsi euro akan memicu kenaikan harga barang dan jasa yang lebih tinggi di tengah krisis biaya hidup.

Masuknya negara Balkan dengan populasi 6,7 juta jiwa ini ke dalam zona euro merupakan kulminasi dari upaya panjang sejak mereka bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2007 silam. Keanggotaan ini diharapkan dapat memperdalam integrasi ekonomi Bulgaria dengan pasar tunggal Eropa dan menarik lebih banyak investasi asing langsung (FDI).

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Harga Pangan Turun, Inflasi Januari 2026 Diprediksi Melandai

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dukung Astacita Presiden Prabowo, Danantara Resmikan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Malang
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Kabar Duka, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Dari yu sheng hingga mi panjang umur, sajian khas Imlek sarat filosofi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Viral 2 Maling di Medan Minta Keadilan, Tak Terima Dianiaya Korban Pencurian
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Geledah Kantor DJBC hingga Kantor PT BR, Sita Uang-Dokumen Impor
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.