Israel Dapat “Lampu Hijau”, Radar Iran Diserang: Perang Tinggal Menunggu Waktu?

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencapai titik kritis. Menurut laporan Reuters pada 6 Februari, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi telah tiba di Muscat, ibu kota Oman, dan langsung menuju lokasi perundingan untuk menggelar pembicaraan tingkat tinggi dengan Utusan Khusus Timur Tengah Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner.

Perbedaan Tajam Sejak Awal

Laporan tersebut menegaskan bahwa jurang perbedaan pandangan antara kedua pihak sangat lebar. Iran bersikeras perundingan hanya difokuskan pada isu nuklir. Sebaliknya, pemerintahan Trump mengajukan paket tuntutan yang jauh lebih luas dan keras, yakni:

Washington menetapkan tuntutan tersebut sebagai prasyarat mutlak bagi tercapainya kesepakatan apa pun, sebuah posisi yang sejak awal membuat peluang kompromi dinilai sangat kecil.

Pernyataan Keras Teheran

Menjelang dimulainya perundingan, Araghchi menuliskan pernyataan bernada tegas di platform X: “Iran memasuki perundingan dengan mata terbuka dan dengan ingatan yang sangat jelas atas apa yang terjadi selama satu tahun terakhir.”

Pernyataan ini ditafsirkan banyak pengamat sebagai sinyal bahwa Iran membawa beban konflik dan tekanan setahun terakhir ke meja perundingan. Artinya, bahkan sebelum dialog dimulai, Teheran dinilai tidak menaruh harapan besar terhadap keberhasilan pembicaraan kali ini. Di sisi lain, Washington pun tampak sejak awal telah menyiapkan skenario jika perundingan berujung buntu.

“Pizza Index” Kembali Naik

Seiring berjalannya perundingan AS–Iran, indikator tidak resmi yang dikenal sebagai “Pizza Index” kembali melonjak. Sejumlah gerai pizza di sekitar Pentagon dilaporkan mengalami lonjakan pesanan jauh di atas rata-rata. Fenomena ini secara tradisional kerap dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas lembur aparat keamanan nasional dan militer Amerika Serikat pada saat krisis internasional.

Peringatan Evakuasi Warga AS

Sehari sebelumnya, pada 5 Februari, Departemen Luar Negeri AS melalui Kedutaan Besar Virtual Amerika Serikat untuk Iran mengeluarkan peringatan keamanan darurat. Seluruh warga negara AS yang masih berada di Iran didesak untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Pemerintah AS juga menegaskan bahwa setiap warga harus menyusun rencana evakuasi tanpa bergantung pada bantuan pemerintah, termasuk mempertimbangkan jalur darat melalui Armenia, Turki, atau Azerbaijan. Peringatan ini secara luas dipandang sebagai indikasi bahwa Washington menilai situasi dapat memburuk secara cepat dan tanpa peringatan.

Penguatan Militer di Diego Garcia

Di sisi militer, citra satelit terbaru dan laporan sumber terbuka menunjukkan peningkatan signifikan kehadiran militer AS di Diego Garcia, pangkalan strategis di Samudra Hindia. Hingga awal Februari, AS telah mengerahkan:

Total terdapat lebih dari delapan platform tempur utama yang telah dikerahkan. Dengan jarak sekitar 5.000 kilometer dari Iran, aset-aset ini dapat mencapai wilayah udara Iran atau sekitarnya dalam 8–10 jam, sekaligus tetap berada di luar jangkauan sebagian besar rudal Iran. Konfigurasi ini memberi AS kemampuan untuk melakukan serangan pendahuluan, termasuk skenario serangan pemenggalan komando (decapitation strike) terhadap target strategis Iran—sebuah sinyal deterensi militer yang sangat jelas.

Israel Masuk Fase Siap Bertindak

Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa Israel telah memasuki fase siap bertindak sewaktu-waktu terhadap Iran. Seorang reporter dari Channel 14, Bardugo, menyatakan secara terbuka bahwa Amerika Serikat telah memberikan “lampu hijau” bagi Israel terkait rencana serangan terhadap program rudal balistik Iran. Dia menambahkan, bahkan tanpa keterlibatan langsung AS, Israel dinilai tetap memiliki kemampuan untuk bertindak secara mandiri.

Serangan Misterius terhadap Radar Iran

Belum ada konfirmasi resmi mengenai aksi militer langsung. Namun, informasi penting muncul pada 5 Februari dari akun intelijen sumber terbuka Tagwai, yang melaporkan bahwa sejumlah stasiun radar peringatan dini milik pertahanan udara dan angkatan dirgantara Iran di wilayah barat dan barat daya diduga telah diserang. Salah satu lokasi radar di dekat Abadan bahkan ditampilkan lengkap dengan koordinat geografis presisi. Hingga kini, baik Amerika Serikat maupun Israel belum mengakui keterlibatan dalam serangan tersebut.

Analisis: Iran Bukan Target Mudah

Pengamat media Fang Wei menilai bahwa jika Trump berniat “membereskan Iran dalam satu langkah”, tantangannya jauh lebih besar dibandingkan kasus Venezuela. Menurutnya, secara kuantitatif dan kualitatif, kekuatan militer Iran berada satu tingkat di atas Venezuela era Maduro. Iran memiliki kemampuan proyeksi kekuatan jarak jauh yang setara dengan negara besar, sementara militer Venezuela lebih bersifat internal dan telah lama melemah.

Dia menambahkan, dalam kasus Venezuela, AS mulai mengerahkan kekuatan militer sejak Agustus tahun lalu, melibatkan sekitar 10% armada Angkatan Laut AS, dan baru bertindak pada 3 Januari. Untuk menjatuhkan Iran, Fang Wei memperkirakan Washington setidaknya harus mengerahkan dua kelompok tempur kapal induk, ditambah jaringan pangkalan militer di Timur Tengah serta dukungan penuh dari Diego Garcia.

Kesimpulan:
Perundingan di Muscat berlangsung di tengah tekanan diplomatik, sinyal militer keras, dan manuver regional yang saling tumpang tindih. Dengan perbedaan posisi yang nyaris tak terjembatani, eskalasi—bukan kompromi—tampaknya masih menjadi bayangan paling nyata di atas meja perundingan AS–Iran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukit Selena, Surga Tersembunyi di Atas Kota Palu
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Ketegangan AS–Iran Dorong Harga Minyak Menguat
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Sulis Raih Penghargaan Muslim Inspiratif Bidang Seni dan Budaya pada Ajang Inspiring Moslem Women 2026
• 52 menit lalutvonenews.com
thumb
CBL dan IBC Targetkan Pabrik Baterai EV Karawang Beroperasi Kuartal III-2026
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo: Tiap Kali Kita Ingin Tegakkan Hukum, Kelompok Koruptor dan Garong Menyerang Balik
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.