Bisnis.com, JAKARTA — Momen Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 H menjadi saat yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak, termasuk oleh perusahaan jasa keuangan. Momen tersebut juga akan dimanfaatkan oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) untuk memperkuat bisnisnya.
Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya menyebutkan bahwa pihaknya mempunyai beberapa strategi dalam memanfaatkan momen Lebaran 2026, terutama dengan memperbanyak aktivitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat secara luring.
“Karena Danamon sendiri tersebar di 350 cabang di seluruh Indonesia, hampir 200 kota di Indonesia. Jadi, kami mengadakan banyak aktivitas [luring],” ujar Ivan saat ditemui dalam konferensi pers Danamon dan Adira Finance di Indonesia International Motor Show 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dia menyebut dua contoh spesifik dari aktivitas-aktivitas menjelang Lebaran tersebut, yaitu Danamon Mini Travel Fair dan sponsor terhadap IIMS 2026. Tahun ini merupakan tahun ke-5 Danamon hadir di IIMS.
Selain acara-acara luring, Transaction Banking Head Bank Danamon Edy Supriyanto menyatakan bahwa pihanya juga menambahkan batas atas atau limit transaksi nasabahnya pada momen Lebaran. Umumnya, menurut Edy, transaksi masyarakat melalui Danamon akan meningkat setiap tahunnya dalam masa Lebaran.
“Jadi, kita support agar customer-customer ini juga bisa meningkatkan omzetnya menjelang Lebaran,” jelasnya pada kesempatan yang sama.
Selain dari sisi Danamon sendiri, dia mengakui bahwa aktivitas transaksi masyarakat memang melonjak setiap momen Lebaran datang. Secara khusus, dia melihat adanya peningkatan yang besar dalam aktivitas industri otomotif, baik di sektor sepeda motor, mobil, hingga di industri suku cadang atau spare part.
Edy menilai bahwa hal tersebut terjadi karena banyak orang yang ingin pulang ke kampung halamannya dan pergi tamasya. Sebelum melakukan hal-hal tersebut, masyarakat akan banyak melakukan perawatan dan reparasi kendaraannya. Hal ini juga menjadi alasan Danamon menambah batasan transaksi untuk para nasabahnya yang merupakan pelaku usaha otomotif.
Ivan mengatakan hal-hal tersebut dilakukan untuk mendukung industri otomotif di Indonesia. Secara keseluruhan, program-program dari Danamon tersebut juga ditujukan agar para nasabah mereka semakin banyak melakukan aktivitas transaksi.
Sebagai catatan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menargetkan penjualan mobil baru sebanyak 850.000 unit pada 2026, meningkat dari sekitar 800.000 penjualan pada tahun sebelumnya.
“Kami sendiri, kalau dari sisi bank, kami berusaha untuk semua aktivitas itu dijalankan dari awal tahun. Benar-benar dari awal tahun sampai dengan nanti Lebaran itu udah kita geber dari awal, termasuk untuk yang berjualan, KPM [Kredit Pemilikan Mobil] seperti ini ” tegas Ivan. (Laurensius Katon Kandela)





