BYD Tambah Varian Atto 3, Tapi Hindari “Makan Saudara Sendiri”

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - BYD tidak sekadar menambah varian pada lini produknya. Di balik kehadiran varian baru Atto 3, tersimpan strategi yang cukup jarang diungkap pabrikan secara terbuka: mengisi celah pasar tanpa menciptakan kanibalisme di dalam produknya sendiri.

Hal itu dikatakan  Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, saat menjelaskan alasan hadirnya pengembangan varian pada Atto 3.

Baca Juga :
Mejeng di IIMS 2026, GAC E8 Siap Rebut Tahta MPV di RI
Harga Spesial Jetour T2 di IIMS 2026

Menurut Luther, pengembangan ini bukan sekadar respons standar atas permintaan pasar, melainkan hasil riset mendalam BYD terhadap kebutuhan segmen yang belum sepenuhnya terlayani.

“Karena memang Atto 3 ini seperti biasa, pabrikan melakukan pengembangan, melihat respon dari market. Secara R&D kita melihat perlunya segmen tertentu, varian tertentu mengisi area-area yang diinginkan oleh customer,” ujarnya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Namun yang menarik, BYD sangat berhati-hati dalam menentukan strategi harga dan spesifikasi agar tidak terjadi tumpang tindih antar lini produk.

“Nah, karena kita perusahaan berbasis teknologi dan inovasi, teknologi itu kita miliki sendiri, mulai dari baterai sampai fitur-fitur lainnya, itu sebenarnya tinggal kita sematkan. Tapi memang kita harus hati-hati secara strategi harga agar tidak terjadi kanibalisme,” tutur dia.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa varian baru Atto 3 bukan sekadar diferensiasi kosmetik atau penambahan fitur semata. BYD mencoba memposisikan varian tersebut untuk menjangkau konsumen yang sebelumnya belum tersentuh, tanpa mengganggu positioning model yang sudah ada di atas maupun di bawahnya.

Dalam konteks lineup BYD di Indonesia yang sudah cukup lengkap, langkah ini menjadi penting. Setiap model memiliki peran yang jelas dalam mengisi segmen masing-masing, sehingga penambahan varian harus presisi, bukan hanya sekadar memperbanyak pilihan.

Luther juga mengisyaratkan bahwa pendekatan ini dimungkinkan karena BYD menguasai teknologi intinya sendiri, terutama pada baterai dan sistem kendaraan listriknya.

“Teknologi itu kita punya sendiri, jadi secara fleksibilitas produk kita bisa atur. Tapi strategi versi dan harga tetap harus dijaga,” katanya.

Dengan kata lain, BYD memanfaatkan keunggulan sebagai perusahaan teknologi untuk melakukan penyesuaian produk secara cepat, namun tetap menjaga struktur pasar internalnya.

Baca Juga :
Bukan Sekadar Pelindung, Salah Pilih PPF Malah Bikin Cat Mobil Rusak
Destinator dan Xforce Dapat Sentuhan Khusus 55 Tahun, Apa Saja Ubahannya?
GR Corolla Dapat Penyegaran Teknis, Torsi Kini 400 Nm

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
John Herdman Pantau Aksi Thom Haye Cs di Laga Persib vs Malut United, Bertemu Calon Naturalisasi Timnas Indonesia?
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Anak Buahnya di PN Depok Kena OTT KPK, Ketua PT Bandung: Saya Merasa Terpukul dan Prihatin
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
[FULL] Jelang Laga Final Timnas Futsal Indonesia Vs Iran, Ini Kata Pengurus & Pengamat!
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Buka Retreat Pejabat Kabupaten Kuningan, Wamendagri Uraikan Pentingnya Sinergi
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Dewan Pers Minta Media Lebih Banyak Suarakan Persoalan Rakyat
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.