Jakarta, VIVA - BYD tidak sekadar menambah varian pada lini produknya. Di balik kehadiran varian baru Atto 3, tersimpan strategi yang cukup jarang diungkap pabrikan secara terbuka: mengisi celah pasar tanpa menciptakan kanibalisme di dalam produknya sendiri.
Hal itu dikatakan Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, saat menjelaskan alasan hadirnya pengembangan varian pada Atto 3.
Menurut Luther, pengembangan ini bukan sekadar respons standar atas permintaan pasar, melainkan hasil riset mendalam BYD terhadap kebutuhan segmen yang belum sepenuhnya terlayani.
“Karena memang Atto 3 ini seperti biasa, pabrikan melakukan pengembangan, melihat respon dari market. Secara R&D kita melihat perlunya segmen tertentu, varian tertentu mengisi area-area yang diinginkan oleh customer,” ujarnya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Namun yang menarik, BYD sangat berhati-hati dalam menentukan strategi harga dan spesifikasi agar tidak terjadi tumpang tindih antar lini produk.
“Nah, karena kita perusahaan berbasis teknologi dan inovasi, teknologi itu kita miliki sendiri, mulai dari baterai sampai fitur-fitur lainnya, itu sebenarnya tinggal kita sematkan. Tapi memang kita harus hati-hati secara strategi harga agar tidak terjadi kanibalisme,” tutur dia.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa varian baru Atto 3 bukan sekadar diferensiasi kosmetik atau penambahan fitur semata. BYD mencoba memposisikan varian tersebut untuk menjangkau konsumen yang sebelumnya belum tersentuh, tanpa mengganggu positioning model yang sudah ada di atas maupun di bawahnya.
Dalam konteks lineup BYD di Indonesia yang sudah cukup lengkap, langkah ini menjadi penting. Setiap model memiliki peran yang jelas dalam mengisi segmen masing-masing, sehingga penambahan varian harus presisi, bukan hanya sekadar memperbanyak pilihan.
Luther juga mengisyaratkan bahwa pendekatan ini dimungkinkan karena BYD menguasai teknologi intinya sendiri, terutama pada baterai dan sistem kendaraan listriknya.
“Teknologi itu kita punya sendiri, jadi secara fleksibilitas produk kita bisa atur. Tapi strategi versi dan harga tetap harus dijaga,” katanya.
Dengan kata lain, BYD memanfaatkan keunggulan sebagai perusahaan teknologi untuk melakukan penyesuaian produk secara cepat, namun tetap menjaga struktur pasar internalnya.


