4 Fakta Pemeriksaan Pandji Terkait Acara Mens Rea oleh Polisi

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Komika Pandji Pragiwaksono telah menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan tindak pidana terkait dengan materi stand up comedy Mens Rea.

Komika kawakan Indonesia itu menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Jumat (6/2/2026). Pemeriksaan itu berlangsung delapan jam dengan jumlah pertanyaan yang dilayangkan penyidik sebanyak 63 pertanyaan.

Berikut ini fakta-fakta pemeriksaan Pandji di Polda Metro Jaya:

1. Dicecar soal 'Mens Rea'

Pengacara Pandji, Haris Azhar mengemukakan bahwa puluhan pertanyaan dari penyidik itu seputar penyelanggaraan acara stand up comedy Mens Rea.

"Sebelum penyelenggaraan dijelaskan soal nama-nama dan siapa-siapa saja pelapor terhadap Panji. Lalu ditanyakan soal penyelenggaraan," ujar Haris di Polda Metro Jaya, Jumat (7/2/2026).

Baca Juga

  • Sambangi Kantor MUI, Pandji Dapat Nasihat soal Materi Stand Up Mens Rea
  • Gibran soal Komedi Mens Rea Pandji: Harus Didukung Terus Berkarya
  • Polda Metro Jaya Bakal Periksa Pandji Terkait Mens Rea Jumat Pekan Ini

Dia menambahkan, dalam pemeriksaan itu Pandji juga menonton ulang potongan video Mens Rea yang menjadi materi laporan dari sejumlah pelaporan.

Misalnya, berkaitan dengan materi soal bagi-bagi tambang terhadap Nadhlatul Ulama dan Muhammadiyah, soal pemilu di Jawa Barat hingga terkait rajin Salat.

"Terkait dengan sejumlah potongan atau yang memuat pernyataan-pernyataan Panji di dalam pertunjukan Mens Rea," imbuhnya.

Haris pun menyinggung bahwa kliennya itu dilaporkan terkait dengan sejumlah aturan KUHP mulai dari Pasal 300 tentang penodaan agama, Pasal 301 terkait penyebarluasan, Pasal 242 mengenai penistaan terhadap kelompok tertentu, serta Pasal 243 tentang penyebaran ujaran kebencian.

2. Soal Barang Bukti

Selain itu, Haris juga mengaku telah diperlihatkan sejumlah barang bukti yang dilaporkan dalam perkara ini yaitu potongan video soal materi komedi di Mens Rea.

Sebelumnya, barang bukti yang dibawa pelapor ini sempat viral di media sosial lantaran dinilai memuat unsur pelanggaran. Sebab, barang bukti itu termuat dalam file pada flash disk.

Padahal, sebagaimana diketahui tayangan stand up comedy Mens Rea dimuat dalam platform Netflix yang tidak bisa diunduh sembarangan. Dengan begitu, publik pun mempertanyakan keabsahan barang bukti yang dilaporkan oleh pelapor.

Dalam hal ini, Haris mengemukakan bahwa ternyata barang bukti yang menjadi materi pendalaman kasus ini berasal dari potongan video di media sosial.

"Yang ditunjukkan kepada Panji tadi bukan dari bukan video utuh yang 2 jam lebih dan bukan dari Netflix. Tapi ditunjukkan kepada Panji ada link-nya juga dari akun TikTok," ujar Haris.

Haris menilai, seharusnya barang bukti yang dilakukan pendalaman itu adalah materi stand up comedy yang mencakup keseluruhan. 

Dengan begitu, konteks komedi yang dibawakan Pandji bisa dinilai secara utuh apakah termasuk pidana atau tidak.

"Nah, jadi baik jugalah lewat di sini mungkin saya bisa sampaikan, maksud dari Panji itu adalah baik juga barangkali polisi juga melihat akun-akun itu sebagai akun-akun yang tidak utuh menggambarkan atau dijadikan sebagai bahan pemidanaan. Karena ini kan urusannya jadi serius sekali padahal bahannya hanya potongan-potongan saja," pungkasnya.

3. Pandji Mengaku Tidak Lakukan Penistaan 

Usai menjalani pemeriksaan, Pandji menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan penistaan agama saat membawakan materi stand up comedy dalam acara Mens Rea.

Terlebih, kata Pandji, dirinya tidak ada sedikitpun memiliki niat jahat saat membawakan materi stand up comedy-nya dan murni merupakan karya seni.

"Ya saya tadi menjalani prosesnya, saya coba untuk jawab pertanyaan dari polisi sebaik mungkin. Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama," kata Pandji.

4. Respons Dukungan Gibran

Adapun, Pandji mengaku merasa senang setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan dukungan terhadap dirinya untuk terus berkarya.

Menurut Pandji, Gibran merupakan salah satu pihak yang merespons komedi Mens Rea dengan sangat baik.

"Saya rasa wakil presiden Gibran jadi contoh bahwa gimana baiknya menangkap sebuah joke, gimana baiknya memproses sebuah joke," ujar Pandji.

Pandji menambahkan bahwa materi stand up comedy sejatinya tidak perlu ditanggapi secara serius hingga menimbulkan persoalan. Oleh sebab itu, Pandji mengapresiasi respons Gibran terkait Mens Rea ini.

"Bahwa sebuah joke itu tidak perlu ditanggapi terlalu serius dan tidak perlu sampai menciptakan permasalahan. Saya rasa itu indikasi yang cukup baik," pungkasnya.

Perlu diketahui, Pandji sempat menyinggung Gibran dalam materi Mens Rea. Dalam materi itu, Pandji mengatakan bahwa kondisi mata Gibran selalu nampak seperti orang mengantuk.

Dalam catatan Bisnis, Gibran menyatakan bahwa dirinya tidak mempersoalkan materi stand up comedy tersebut. Sebab, Indonesia sendiri merupakan negara yang memberikan hak setiap warganya untuk kebebasan berekspresi.

Gibran menambahkan, orang-orang seperti Pandji harus bisa didukung untuk terus berkarya agar bisa memberikan masukan sesuai dengan setiap norma, lokal, budaya dan agama yang dianut di Indonesia.

"Saya mendukung anak-anak muda Indonesia, termasuk saudara Pandji Pragiwaksono untuk terus berkarya dan menyuarakan masukan yang bermanfaat untuk pembangunan bangsa," ujar Gibran dalam keterangan tertulis Rabu (4/2/2026).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terima Audiensi KSBSI, Kapolri Tegaskan Sinergitas untuk Perjuangkan Hak Buruh 
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Verona vs Pisa, Duel Papan Bawah Serie A Berakhir Imbang Tanpa Gol
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prabowo Ungkap Isi Pertemuan dengan PM Australia
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Wapres Tegaskan Keselamatan Warga Prioritas Utama
• 16 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.