Danantara Groundbreaking Proyek Hilirisasi US$ 7 Miliar

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Jakarta 

Investasi strategis di 13 lokasi ini ditargetkan memperkuat nilai tambah industri dan memangkas ketergantungan impor nasional. 

​Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia secara resmi memulai pengerjaan enam proyek hilirisasi lintas sektor di 13 lokasi berbeda di seluruh wilayah Indonesia.

Inisiatif ambisius dengan total nilai investasi mencapai US$ 7 miliar ini menandai fase baru dalam upaya pemerintah untuk memperkuat sektor riil dan mempercepat transformasi ekonomi nasional.

​Proyek-proyek tersebut mencakup sektor energi, pangan, serta mineral dan logam. Selain bertujuan meningkatkan daya saing industri dalam negeri, ekspansi ini diproyeksikan bakal menyerap sedikitnya 6.000 tenaga kerja langsung di berbagai daerah operasi.

Transformasi Ekonomi Nasional 

​CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari prioritas strategis Presiden RI untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, hilirisasi akan menjadi tulang punggung bagi kemandirian industri Indonesia di pasar global.

​"Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja," ujar Rosan dalam keterangan resminya yang dikutip Sabtu 7 Februari 2026.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan mitra strategis untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih maju.

Lonjakan Nilai Tambah Mineral 

​Salah satu titik fokus utama dalam rangkaian groundbreaking ini berada di Mempawah, Kalimantan Barat.

Melalui Grup MIND  yang melibatkan INALUM dan ANTAM pemerintah meresmikan fasilitas pengolahan dan pemurnian terintegrasi untuk komoditas bauksit, alumina, hingga aluminium.

​Proyek di Mempawah mencakup:

  1. ​Smelter Aluminium Baru dengan kapasitas 600.000 metrik ton per tahun.
  2. ​Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II berkapasitas 1 juta metrik ton per tahun.

​Langkah ini diprediksi akan meningkatkan nilai tambah komoditas bauksit secara signifikan. 

Sebagai gambaran, harga bauksit mentah yang berada di kisaran US$ 40 per metrik ton dapat melonjak hingga US$ 3.000 per metrik ton setelah diproses menjadi alumunium sebuah kenaikan nilai mencapai 70 kali lipat.
​Kedaulatan Industri dan Devisa.

​Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan langkah krusial dalam mengurangi ketergantungan pada produk impor.

​"Saat smelter aluminium baru beroperasi, diperkirakan cadangan devisa akan naik signifikan dari Rp 11 triliun menjadi Rp 52 triliun per tahun," ungkap Maroef. 

Ia menambahkan bahwa kepastian pasokan bahan baku domestik akan memberikan stabilitas bagi para pelaku industri manufaktur di dalam negeri.

​Peresmian serentak ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah, anggota DPR RI, serta tokoh adat setempat, yang menunjukkan dukungan luas terhadap percepatan proyek strategis nasional (PSN) ini. 

Dengan manajemen yang disiplin, Danantara Indonesia berkomitmen untuk memastikan seluruh proyek prioritas ini berjalan tepat waktu guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Leeds United vs Nottingham Forest di Premier League Besok Dini Hari
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Singapura Pertimbangkan Tawaran Donald Trump untuk Bergabung dalam Dewan Perdamaian Internasional
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Ekspansi ke Bandung, FamilyMart Buka 7 Gerai Sekaligus dalam Sehari
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Anak Tengah Racuni Keluarga Pura-pura Lemas di TKP untuk Kelabui Polisi
• 6 menit laludetik.com
thumb
Chelsea Islan Umumkan Kehamilan Anak Pertama dengan Cara Manis, Tepat di Hari Ulang Tahun Suami!
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.