Video Rasis soal Obama di Truth Social: Trump Mengecam, Tapi Tolak Meminta Maaf

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kecaman namun menolak meminta maaf atas sebuah video rasis yang sempat diunggah lalu dihapus ke akun Truth Social miliknya.

Video itu menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan mantan ibu negara Michelle Obama sebagai kera. Cuplikan singkat tersebut muncul di bagian akhir sebuah video yang diunggah ke akun Truth Social milik Trump, yang kembali mengulang klaim kecurangan pemilu tanpa bukti.

Dalam cuplikan itu, wajah Barack Obama dan Michelle Obama yang tersenyum lebar ditempelkan di tubuh kera, mengulang berbagai stereotip rasis terhadap warga kulit hitam, dengan latar lagu The Lion Sleeps Tonight, sebuah lagu yang populer lewat film The Lion King produksi Disney.

Unggahan yang mengejek presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat itu muncul bertepatan dengan Bulan Sejarah Kulit Hitam (Black History Month), periode yang didedikasikan untuk menghormati tonggak sejarah, kontribusi, dan perjalanan warga kulit hitam Amerika.

“Tentu saja,” kata Trump ketika ditanya wartawan di Air Force One apakah ia mengecam bagian rasis dari video tersebut.

Namun, saat ditanya apakah ia akan meminta maaf, Trump tetap bersikap menentang. Ia menyalahkan seorang staf yang disebutnya mengunggah video itu atas namanya tanpa melihat bagian akhir yang memuat penggambaran rasis terhadap keluarga Obama, seraya menegaskan bahwa dirinya “tidak melakukan kesalahan."

“Saya melihat bagian pertama, dan itu benar-benar tentang kecurangan pemilu melalui mesin, betapa curangnya dan menjijikkannya hal itu. Lalu saya serahkan kepada tim. Biasanya mereka melihat keseluruhan, tapi sepertinya ada yang tidak, lalu video itu diunggah, dan kami menghapusnya,” ujar Trump, dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 7 Februari 2026.

“Jelas, unggahan itu sangat kuat dalam hal isu kecurangan pemilu. Tidak ada yang tahu bahwa bagian itu ada di akhir. Kalau mereka melihatnya, mereka pasti akan menyadarinya dan kemungkinan besar akan punya akal sehat untuk menghapusnya,” tambah dia.

Video kontroversial tersebut langsung menuai kecaman luas dari berbagai kalangan politik.

“Berharap ini palsu karena ini adalah hal paling rasis yang pernah saya lihat keluar dari Gedung Putih. Presiden harus menghapusnya,” tulis Senator Tim Scott, satu-satunya senator Partai Republik kulit hitam, melalui platform X.

Trump mengatakan ia telah berbicara dengan Scott dan menjelaskan apa yang terjadi, dan bahwa Scott “memahami itu 100 persen."

Senator Roger Wicker, Republikan dari Mississippi—negara bagian dengan proporsi pemilih kulit hitam terbesar—menyebut unggahan tersebut “sama sekali tidak dapat diterima” dan mendesak Trump untuk “menghapusnya dan meminta maaf."

“Presiden Obama dan Michelle Obama adalah warga Amerika yang brilian, penuh empati, dan patriotik. Mereka merepresentasikan yang terbaik dari negara ini. Donald Trump adalah sosok yang keji, tidak stabil, dan parasit yang berbahaya,” kata Hakeem Jeffries, anggota kulit hitam dengan jabatan tertinggi sepanjang sejarah Dewan Perwakilan Rakyat AS.

“Mengapa para pemimpin Partai Republik seperti John Thune terus berdiri di belakang individu sakit seperti ini? Setiap Republikan harus segera mengecam kebencian rasis Donald Trump,” tambahnya.

Baca juga:  Obama Buka Suara usai Dituduh Trump Rencanakan Kudeta: Informasi Sesat


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
500 Lebih Mahasiswa Untag Surabaya Terima Beasiswa Pemkot
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jelang Imlek, Kawasan Pecinan Jepara Dipercantik dengan Lampion
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Pemain Kunci Timnas Futsal Indonesia jika Ingin Kalahkan Iran di Final Piala Asia Futsal 2026
• 9 jam lalubola.com
thumb
8 Jam Diperiksa, Pandji Pragiwaksono Dicecar 63 Pertanyaan Soal Kasus Dugaan Penistaan Agama
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Saksi Sebut Ada Aliran Uang kepada Ida Fauziyah, KPK Merespons Begini
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.