JAKARTA, KOMPAS.com – Saluran air di wilayah Masjid Istiqlal, tepatnya di Jalan Perwira, Jakarta Pusat, dipenuhi pasir dan endapan lumpur, Sabtu (7/2/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, pasir terlihat menumpuk di sepanjang saluran air yang berada di tepi trotoar.
Endapan tersebut menutupi sebagian dasar saluran, sehingga menyisakan celah sempit bagi aliran air.
Tumpukan pasir di dalam saluran air terlihat cukup tebal, diperkirakan mencapai 5-10 sentimeter. Pasir menutupi hampir seluruh dasar saluran dan membentuk lapisan memanjang mengikuti alur drainase.
Selain pasir, saluran juga dipenuhi daun-daun kering yang gugur dari pepohonan di sekitar lokasi. Beberapa potongan daun tampak mengendap dan terselip di sela-sela beton saluran.
Hal ini berpotensi menghambat aliran air jika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Baca juga: Biang Kerok TPU Semper Selalu Banjir hingga 9.000 Makam Terendam
Kondisi saluran air juga terlihat tidak rata.Pada beberapa bagian, penutup beton tampak bergeser dan membentuk celah, sementara sisi dinding saluran terlihat berlumut dan mengalami perubahan warna akibat lembap dan kerap terendam air.
Di salah satu titik, terlihat jeruji besi saluran yang tertutup pasir dan kotoran, sehingga fungsi penyaringan air berpotensi tidak optimal. Tanaman liar pun tumbuh di sekitar bibir saluran.
Hal ini seakan menandakan saluran air di area tersebut tidak mendapatkan perawatan rutin.
Meski berada di kawasan pusat kota dan dekat dengan area Masjid Istiqlal, kondisi saluran air ini dinilai kurang terawat.
Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Yenyen (53) mengatakan, jika hujan turun dengan lebat, jalan di area tersebut kerap tergenang.
Yenyen bahkan harus mengeruk air menggunakan pengki sampah agar jalan bebas genangan.
“Apalagi kalau hujan kak, pasti ngegenang. Saya serokin aja pake pengki terus saya buang ke tanaman yang ada di pinggir-pinggir itu,” kata Yenyen, Sabtu.
Yenyen khawatir jika tidak segera dibersihkan, tumpukan pasir dan sampah dapat menyebabkan genangan air, terutama saat hujan deras melanda Jakarta.
“Apalagi sekarang Jakarta hujan mulu, sedikit hujan, ini (saluran) penuh sama pasir,” kata dia.
Pedagang lainnya, Aco (44) mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama.
Aco bahka sempat melakukan pembersihan mandiri karena khawatir aliran air terhambat.
“Ini masih mending udah diambilin, kemarin-kemarin pas hujan setiap hari, saya serok pasirnya dikumpulin,” kata Aco.
“Jangan sampai banjir, inikan dekat tempat ibadah ya wisata juga,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




