Pandji Pragiwaksono: Saya Ada pada Posisi Tidak Merasa Lakukan Penistaan Agama

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Komika Pandji Pragiwaksono menghadiri undangan klarifikasi di Polda Metro Jaya, Jumat (6/2), terkait laporan dugaan penistaan agama dalam materi komedi bertajuk Mens Rea.

Didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, Pandji menjalani pemeriksaan selama kurang lebih delapan jam.

Menurut Haris, pertanyaan penyidik fokus dengan potongan video yang beredar di media sosial, khususnya TikTok. Potongan video itu memuat materi Pandji mengenai tata cara salat di pesawat hingga kritik terhadap ormas keagamaan.

Haris menyayangkan bahwa bukti yang digunakan bukan merupakan video utuh dari pertunjukan tersebut.

"Yang diperlihatkan kepada Pandji video-video dari akun-akun, saya bilangnya potongan-potongan video dari akun, bukan Netflix. Padahal kami senang sekali jika persoalan ini mengacu pada alat bukti yang otentik, yang shahih," tegas Haris di Polda Metro Jaya..

Empat Pasal, Pandji Bantah Nista Agama

Dalam pemeriksaan tersebut, polisi menerapkan empat pasal dari KUHP baru. Ada Pasal 300 tentang penodaan agama, Pasal 301 tentang penyebarluasan publikasinya, serta Pasal 242 dan 243 terkait penistaan terhadap kelompok tertentu.

Menanggapi tuduhan itu, Pandji menegaskan bahwa dirinya tidak berniat sedikit pun untuk menodai agama mana pun. Ia merasa apa yang disampaikan di panggung adalah murni bentuk ekspresi seni dan kritik sosial.

"Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama. Jadi prosesnya tadi jalan dengan cukup lancar, pertanyaannya terjawab, dan ya kita ikuti prosesnya saja," ujar Pandji dengan tenang.

Pandji juga menjelaskan filosofi di balik judul pertunjukannya, yaitu Mens Rea Dijamin Tanpa Mens Rea.

Istilah hukum mens rea yang berarti 'niat jahat' justru digunakan Pandji untuk memotret fenomena sosial, bukan untuk melakukan kejahatan.

"Pandji sebetulnya menggunakan istilah 'Mens Rea' untuk mengungkap barangkali ada niat jahat di dalam setiap cerita. Benang merahnya adalah mungkin ada niat jahat dari orang-orang yang mengejar jabatan," jelas Haris Azhar.

Ke depannya, Pandji mengaku siap menempuh jalur dialog atau restorative justice apabila diperlukan.

"Intinya adalah ketika ada kesempatan untuk membuka ruang dialog, untuk menciptakan kejelasan, saya akan hadir," tutup Pandji.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Mabuk Kemenangan, Begini Cara Michael Carrick Menjaga Emosi dan Identitas Manchester United: Saya Tidak Terlalu Memikirkan Masa Depan!
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Ramalan Zodiak 8 Februari 2026: Pisces Hingga Gemini Jalani Refleksi
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Transisi Nova Arianto ke Kurniawan Dwi Yulianto, Timnas Indonesia U-17 Kejar Target Lolos Piala Dunia
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kepala BSKDN Tekankan Lima Kunci Tingkatkan Kualitas ASN
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Ryo Matsumura Jadi Korban Kedatangan Eks Rekan Lionel Messi, Persija Pinjamkan ke Bhayangkara FC
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.