JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan persatuan antara ulama dan umaro (pemimpin pemerintahan) menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan.
Menurutnya, perdamaian hanya bisa dicapai lewat persatuan itu. Persatuan mendorong kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia.
Baca juga: Zulhas soal Prabowo Dua Periode: 5 Tahun Tak Cukup Realisasi Program
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa dan pengukuhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
"Kalau ulama dan umara (umaroh) bersatu, Insha Allah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur. Karena syarat bangsa yang berhasil sepanjang sejarah peradaban manusia adalah perdamaian. Perdamaian hanya bisa dicapai dengan bersatunya ulama dengan umaro,” ujar Prabowo, Sabtu.
Prabowo menekankan, momen munajat bersama di Masjid Istiqlal adalah lambang dari bersatunya ulama dengan umara.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas peran besar MUI dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.
“MUI selalu menjadi pilar stabilitas, pilar ketenangan, pilar kesejukan, serta pilar toleransi antara seluruh umat dan seluruh agama. MUI tidak pernah absen pada saat-saat negara menghadapi kesulitan,” tutur Prabowo.
Baca juga: Prabowo Siapkan Lahan untuk Lembaga Islam, Bentuk Komitmen untuk Perjuangan Umat
Lebih lanjut, Prabowo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga kekayaan bangsa.
“Sekali lagi saya menggugah, sekali lagi saya memohon, marilah kita bersatu. Kita harus menjaga republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita,” tegasnya.
Pengukuhan MUISebagai informasi, pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 dilakukan berdasarkan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan.
Susunan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 menetapkan Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum, didampingi oleh Cholil Nafis, Anwar Abbas, dan Marsyudi Syuhud sebagai Wakil Ketua Umum.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Prabowo Harap Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan dan Bencana
Jajaran ketua diisi oleh sejumlah tokoh, antara lain Asrorun Ni’am Sholeh, Gusrizal Gazahar, Mastuki Baidlowi, Abdul Manan Ghani, Abdul Moqsith Ghazali, M. Ajrul Tanjung, Sudarnoto Abdul Hakim, Sholahuddin Al-Aiyub, Fasli Jalal, Pasni Rusli, Faisal Nasir bin Madi, Siti Ma’rifah, Utang Ranuwijaya, Wahiduddin Adams, Muhammad Zaitun Rasmin, Ahmad Fahrur Rozi Burhan, Nusron Wahid, dan Noor Achmad.
Posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Amirsyah Tambunan dengan dukungan jajaran Wakil Sekretaris Jenderal yang terdiri atas Aminuddin Yakub, Muhammad Ziyad, Asrori S. Karni, Arif Fahrudin, Sarmidi Husna, Hasuarli Halim, Shafira Mahrusah, Muhammad Buhari Muslim, Muhammad Adib Khumaidi, Ery Yusuf, Armai Arief, Nilmayetti Yusri, Ali M. Abdillah, Muhammad Ihsan Tanjung, Syamsul Qomar, Khairul Sholeh Rasyid, Mabroer, Rofiqul Umam Ahmad, dan Rahmat Hidayat.
Baca juga: Prabowo: Dana Umat Bisa Capai Rp 500 Triliun Jika Dikelola dengan Baik
Sementara itu, jabatan Bendahara Umum diemban oleh Misbahul Ulum yang dibantu oleh Rudy Mas’ud, Diana Dewi, Trisnaningsih Yuliati Juaeli, Yayat Sujatna, Jojo Sutisna, Idy Muzayyad, Mahsin Ahmad, serta Erni Juliana Al-Hasanah Nasution.
Untuk Dewan Pertimbangan, MUI diisi oleh tokoh-tokoh seperti Nasaruddin Umar, Afifuddin Muhajir, Jimly Asshiddiqie, Hamdan Zoelva, Shafiq A. Mughni, Basri Bermanda, Abdul Lah Zaidi, Tamsil Linrung, Phil.
Baca juga: Dasco soal Usul Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029: Hiburan untuk Rakyat
Kamaruddin Amin, Amany Lubis, Bariah Priyumi, Yusnar Yusuf, Mashuri Abdillah, Zaenuddin, Masnun Tahir, Muhyiddin Junaidi, dan Muhammad Sapri Hutauruk.
Adapun posisi Sekretaris dijabat oleh Sad Ibrahim dengan Wakil Sekretaris Zainut Tauhid Sa’adi, Zulfa Mustofa, Nauruz Zaman Husein, Ahmad Muzakki, Sabriati Aziz, Siti Aisyah, Valina Singka Subekti, Muhammad Mukri, Shodiqom, dan Nashirul Haq.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




