Terkini, Makassar — Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Makassar bekerja sama dengan Sekolah Maitreyawira meluncurkan program Beasiswa Kursus Bahasa Mandarin gratis bagi generasi muda, Sabtu 7 Januari 2026.
Program ini diawali dengan proses wawancara dan tes masuk yang diikuti sekitar 60 peserta, terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga pekerja muda.
Dari jumlah tersebut, 40 peserta terpilih akan mengikuti kelas perdana selama tiga bulan, yang dibagi dalam dua kelas masing-masing 20 orang.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan PSMTI Makassar, Tjing Ming Nelly, mengatakan program ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan bahasa Mandarin yang kini menjadi kebutuhan strategis di dunia pendidikan dan pasar kerja.
“Bahasa Mandarin adalah bahasa kunci saat ini. Penguasaan Mandarin membuka banyak peluang, baik untuk karier maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. PSMTI ingin berkontribusi melalui peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Nelly yang juga Ketua Yayasan Sekolah Maitreyawira.
Ia menjelaskan, kursus berlangsung selama tiga bulan dengan 12 kali pertemuan, menggunakan sistem pembelajaran cepat.
Meski pertemuan hanya sekali sepekan, peserta akan dibekali tugas intensif agar tetap belajar setiap hari.
“Target kami adalah penguasaan dasar. Peserta yang berprestasi akan dipertimbangkan untuk mendapatkan beasiswa lanjutan,” jelasnya di Sekolah Maitreyawira, Jalan Gunung Batu Putih Makassar, Sabtu (7/2/2026).
Nelly menambahkan, tenaga pengajar program ini merupakan lulusan dari China dan Taiwan, serta didukung kolaborasi dengan pengajar dari berbagai institusi internasional.
PSMTI Makassar juga bekerja sama dengan Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Sulsel, yang menjadi penyelenggara ujian bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke Taiwan.
“Ini menjadi jembatan bagi peserta beasiswa untuk menembus pendidikan luar negeri,” tambahnya.
Ketua PSMTI Kota Makassar, Johan Sumawi, menegaskan penguasaan bahasa Mandarin kini menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar keterampilan tambahan.
Menurutnya, dalam satu dekade terakhir banyak investor asal China masuk ke Sulawesi, seperti di sektor pertambangan nikel di Morowali, yang membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan berbahasa Mandarin.
“Bahasa Mandarin itu sangat penting. Ada nilai tambah besar bagi siapa pun yang menguasainya. Jangan kendor belajar, karena tidak ada ruginya menambah ilmu,” ujar Johan.
Ia menambahkan, seleksi ketat dilakukan untuk memastikan beasiswa tepat sasaran. Dari lebih 60 pendaftar, tahap awal hanya dibuka dua kelas dengan total 40 peserta.
“Ini untuk mereka yang benar-benar ingin belajar. Tapi jangan kecewa, ke depan akan ada evaluasi dan penambahan kelas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PSMTI Makassar Saiman Sutanto, mengapresiasi Johan Sumawi yang banyak melakukan program-program baru yang sangat bermanfaat, seperti Program Bahasa Mandarin ini.
Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa Mandarin bukan lagi kebutuhan kelompok tertentu, melainkan keterampilan universal.
“Makassar adalah jantung Indonesia Timur. Generasi mudanya harus siap bersaing. Bahasa Mandarin adalah modal penting di dunia bisnis dan investasi yang kini semakin terbuka,” tegas Saiman yang juga Ketua Harian PSMTI Sulsel itu.
Program ini diharapkan menjadi langkah konkret PSMTI Makassar dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan berdaya saing global. (**)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495891/original/029562400_1770443026-1000019226.jpg)


