Grid.ID – Komedian sekaligus politisi Eko Patrio menunjukkan kebesaran hatinya dalam menghadapi kasus kriminal yang menimpanya beberapa waktu lalu. Meski menjadi korban penjarahan rumah, pria bernama asli Eko Hendro Purnomo ini memilih untuk memaafkan para pelaku dan tidak menuntut ganti rugi materiil.
Eko mengaku bahwa secara pribadi, pintu maafnya sudah terbuka lebar bagi mereka yang telah merugikan keluarganya. Ia menilai, ada kemungkinan para pelaku melakukan aksi tersebut karena faktor lingkungan atau sekadar ikut-ikutan.
"Ya, kemarin saat sidang saya menyatakan memaafkan. Saya meyakini yang kemarin disidang itu belum tentu juga bersalah (sepenuhnya), mungkin hanya ikut-ikutan dan sebagainya," ujar Eko Patrio saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Sikap Eko ini sempat membuat pihak pengadilan mempertanyakan soal tanggung jawab atau ganti rugi atas kerugian yang ia alami. Namun, Eko dengan tegas menolaknya.
"Hakim juga kemarin tanya, apakah minta tanggung jawab dan sebagainya? Saya bilang nggak usah. Yang penting adalah tidak mengulangi lagi dan kita sama-sama saling memaafkan," tambahnya.
Serahkan Proses Hukum pada Negara
Meski sudah memaafkan secara pribadi, Eko tetap menghormati jalannya hukum yang berlaku. Ia menyerahkan sepenuhnya vonis dan proses hukum selanjutnya kepada pihak berwenang sebagai bagian dari penegakan keadilan.
"Semua proses hukum saya serahkan kepada pihak yang berwenang," tegasnya.
Tidak Trauma dan Tetap Menikmati Hidup
Pasca musibah penjarahan tersebut, Eko Patrio mengaku tidak mengalami trauma mendalam. Saat ini, ia dan keluarga sudah pindah ke kediaman yang lebih berada di tengah kota, berbeda dengan lokasi rumah sebelumnya yang berada di pinggiran.
"Sekarang tinggal di tempat yang lama, tapi sudah nggak di pinggiran kota. Insya Allah nanti kalau sudah waktunya balik (ke rumah tersebut)," ungkap Eko.
Saat ditanya mengenai trauma kembali ke rumah yang pernah dijarah, Eko hanya menjawab dengan santai.
"Ya pokoknya saya nikmati aja," tutupnya.
Sebagai infotmasi, kediaman Eko Patrio digeruduk massa pada Sabtu (30/8/2025) dini hari. Hal ini bermula dari kekecewaan masyarakat terhadap kinerja anggota DPR.
Terlebih, Eko Patrio yang saat itu menjabat sebagai Anggota DPR kedapatan berjoget ketika momen kenaikan gaji dan tunjangan. Aksi Anggota DPR, termasuk Eko Patrio pun menuai kecaman yang berbuntut pada penjarahan rumah sang artis.
Massa mengambil barang-barang yang ada di kediaman Eko Patrio. Tembok rumah yang didominasi warna putih itupun dicoret dan ditulis kata-kata kasar. (*)
Artikel Asli

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495939/original/026621600_1770449139-IMG_3587.jpeg)

