Rumah di Masa Depan Ada AI, Robot, dan VR, Aman?

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Keluarga di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sedang berada di ambang perubahan struktural besar dalam interaksi mereka, didorong oleh gelombang digitalisasi yang semakin meluas.
 
Sebuah survei global oleh pusat riset pasar Kaspersky mengungkapkan bahwa 81% orang percaya digitalisasi akan mengubah secara fundamental aktivitas keluarga bersama dalam dekade mendatang.
 
Pergeseran ini ditandai dengan adopsi teknologi canggih di ruang lingkup keluarga. Hampir setengah responden global (48%) membayangkan dongeng pengantar tidur yang didukung Kecerdasan Buatan (AI) akan menjadi kebiasaan baru.

Di Indonesia, persentase ini bahkan lebih tinggi, mencapai 58%. Selain itu, 31% keluarga di Indonesia memprediksi anak-anak mereka akan memilih hewan peliharaan digital daripada hewan peliharaan sungguhan.
 
Fenomena ini juga meluas ke perayaan dan kehidupan sehari-hari. Sebanyak 43% responden global (49% di Indonesia) memprediksi perayaan keluarga akan beralih ke format panggilan video sebagai standar.
 
Yang lebih mengejutkan, 26% responden bahkan berani membayangkan berlibur bersama keluarga sepenuhnya dalam realitas virtual (VR). Robot rumah tangga juga diperkirakan menjadi anggota keluarga, di mana 43% responden memprediksi adanya pendamping AI yang mampu membimbing, bermain, atau memberikan pendampingan.
 
Meskipun AI berpotensi memperkaya kehidupan keluarga, Kaspersky mengingatkan bahwa lanskap yang berkembang ini juga menghadirkan "vektor risiko baru" di rumah pintar. Setiap perangkat baru—dari headset VR hingga robot pengasuh—adalah titik masuk potensial bagi peretas.
 
Untuk menjaga keamanan keluarga di lingkungan digital ini, Kaspersky menyarankan langkah-langkah proaktif bagi orang tua dan pengguna:
 
Pilih Layanan AI dengan Bijak: Orang tua harus memilih layanan dengan kebijakan privasi yang kuat dan tidak menyalahgunakan data atau interaksi suara anak.
 
Gunakan Kontrol Orang Tua: Interaksi AI harus diperlakukan sebagai taman bermain digital baru, di mana orang tua dapat membatasi durasi sesi, memilih platform cerita yang terverifikasi dan sesuai usia, serta menjaga dialog terbuka dengan anak.
 
Edukasi Anak: Penting untuk menjelaskan kepada anak-anak bahwa AI adalah alat, bukan teman, dan mendorong mereka untuk melaporkan interaksi yang aneh atau tidak nyaman. Kuncinya adalah memastikan AI melengkapi, bukan menggantikan, interaksi manusia, terutama kenyamanan suara orang tua.
 
Amankan Perangkat Rumah Pintar: Segera ubah kata sandi default, pastikan firmware perangkat diperbarui secara berkala, dan segmentasikan jaringan rumah. Penggunaan Kaspersky Premium dengan Smart Home Monitor juga direkomendasikan untuk memindai jaringan Wi-Fi 24/7.
 
Kaspersky menyimpulkan bahwa laju teknologi yang cepat tidak memecah belah keluarga, melainkan mendefinisikan ulang ruang kebersamaan. Masa depan terletak pada perpaduan pengalaman digital dan fisik untuk menciptakan bentuk kebersamaan baru, dengan keamanan sebagai dasar yang tidak boleh terlupakan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Padahal Masih Berkabung, Terungkap Alasan Pesulap Merah Poligami
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Akhir Pekan Naik Rp30 Ribu, Cek Rinciannya
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Berlin putarkan film "Sandiwara" yang dibintangi Michelle Yeoh
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Video: Kementerian PU Tepis Isu Sink Hole Yang Muncul di Aceh Tengah
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kadin Kerja Sama dengan Kanada, Bantu Pelaku UMKM Berdaya Saing Global
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.