FAJAR, MAKASSAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi mitigasi bencana. Mereka menyusun dan menyerahkan Peta Tingkat Kerawanan Banjir Kelurahan Maloku, Kota Makassar.
Penyerahan peta tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Maloku, Jumat (6/2/2026).
Program ini menjadi bentuk dukungan akademik mahasiswa dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir di tingkat lokal.
Penanggung jawab program kerja, Marcha Nurul Fadila Jalil, menjelaskan bahwa penyusunan peta dilakukan dengan pendekatan analisis data spasial yang komprehensif. Tim mahasiswa tidak hanya menggunakan data sekunder, tetapi juga melakukan verifikasi langsung di lapangan.
“Kami mengumpulkan data kelerengan, sistem drainase, penggunaan lahan, jenis tanah, curah hujan, serta riwayat kejadian banjir. Seluruh data tersebut kemudian diolah dan diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkat kerawanan, mulai dari kurang rawan, rawan, hingga sangat rawan,” jelas Marcha.
Ia menambahkan, peta ini diharapkan dapat menjadi acuan awal yang valid bagi pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
“Harapannya, peta ini dapat membantu mengidentifikasi titik-titik yang memiliki risiko banjir tinggi sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih dini,” imbuhnya.
Inisiatif mahasiswa Unhas tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Koordinator Kelurahan Maloku, M. Yusran Malik, menilai peta berbasis data spasial ini sangat penting sebagai pendukung perencanaan wilayah.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Peta kerawanan banjir sangat dibutuhkan sebagai data pendukung. Dengan adanya peta ini, upaya penanganan dan mitigasi banjir di Kelurahan Maloku dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis data,” ujarnya.
Peta kerawanan banjir tersebut kini telah diserahkan kepada pihak kelurahan untuk dimanfaatkan dalam penyusunan program penanggulangan banjir serta sebagai media edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Dengan pemahaman visual mengenai risiko wilayahnya, warga diharapkan mampu mengambil langkah antisipatif sebelum bencana terjadi.
Penulis: Tunggal Utama Ramadhan (SHS)
Mahasiswa Magang FAJAR, Universitas Hasanuddin




