Menjelang tahun baru Imlek, rumah produksi kue keranjang di Kota Yogyakarta mulai kebanjiran pesanan. Hingga saat ini permintaan mencapai 300 kg dan siap dikirim ke berbagai daerah.
Kesibukan terlihat di sebuah rumah di kawasan Jalan Tukangan, Danurejan, Kota Yogyakarta. Keunikan dari tempat tersebut ialah sejumlah pekerja lansia yang terlihat masih semangat mengaduk dan mencetak ratusan kue keranjang.
Tempat itu mampu memproduksi hingga dua ton kue keranjang setiap musim Imlek. Karena dibuat secara tradisional tanpa pengawet, kue ini diklaim mampu bertahan hingga satu tahun dengan penyimpanan yang tepat.
Baca Juga :
Melihat Kesibukan Produksi Kue Tutun Khas Imlek di Bandar LampungKue dibanderol dengan harga Rp50 ribu per kg. Peminatnya tak hanya dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, namun juga merambah hingga ke luar pulau, seperti Lampung. Konsistensi rasa selama empat dekade menjadi kunci kue keranjang ini tetap dicari pelanggan setianya.
"Kalau jumlah orderan tuh biasa seperti tahun-tahun kemarin, karena kita sudah ada langganan kan. Cuman ini kan masih terlalu panjang. Waktunya tuh masih kurang berapa minggu, masih dua minggu. Jadi ya masih biasa-biasa aja," kata Ling-Ling, anak dari pemilik usaha kue keranjang, dalam program Newsline Metro TV, Sabtu, 7 Februari 2026.
Biasanya, pihaknya mampu memproduksi 100 kue keranjang dalam sehari-hari. Namun, permintaan mulai meningkat pada 1 Februari 2026. Tanda Imlek sudah dekat.
"Kemarin mulai masuk tanggal 1 Februari naik, naik 1.000 biji. Jogja sama Lampung sudah, yang akan dikirim tuh 300 kg," katanya.



