Polisi: 1 Penjual Anak di Jakbar Kenal dengan Pelaku di Kasus Penculikan Bilqis

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Polisi mengungkap kasus penjualan anak yang dilakukan seorang ibu berinisial IJ (26) terhadap anak kandungnya berusia 3 tahun, RZ, hingga ditemukan ke Suku Anak Dalam, Jambi.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan 10 orang. Para tersangka terbagi dalam tiga klaster jaringan. Pada klaster pertama, selain IJ, terdapat tiga perempuan lain yakni AF (25), A (33), dan HM (32). A berperan sebagai calo penjual di wilayah Jakarta.

Korban kemudian dipindahkan ke klaster kedua yang berada di Wonosobo. Klaster ini terdiri dari dua orang WN dan EBS yang berperan sebagai calo sekaligus penjemput korban di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Sementara klaster ketiga berada di wilayah Suku Anak Dalam, Provinsi Jambi. Dalam klaster ini, polisi mengamankan empat orang tersangka yakni EM (40), SU (37), LN (36), dan RZ (35).

Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari, AKP Egy Irwansyah, salah satu tersangka yakni WN ada keterkaitkan dengan tersangka dalam kasus penculikan Bilqis (4), bocah asal Makassar beberapa waktu lalu. Keduanya bahkan disebut pernah bersama-sama mengunjungi kediaman WN di Jawa.

"Sebenarnya ini ada garis merahnya. W [WN] itu kenal juga sama tersangka yang di [kasus] Bilqis itu kenal. Karena mereka pernah berdua sama-sama ke rumahnya W di Jawa itu. Sebenarnya ada tali benang merahnya," kata Egy saat dihubungi kumparan, Sabtu (7/2).

Rantai perdagangan anak ini melibatkan jaringan panjang dari Jakarta, Jawa Tengah, hingga ke pedalaman Sumatera. Egy membeberkan bahwa tersangka EM, yang merupakan pengepul di Jambi, awalnya meminta dicarikan anak kepada WN.

Permintaan tersebut bermuara dari LN, perantara yang menyuplai anak ke wilayah Suku Anak Dalam (SAD). Nama LN rupanya bukan orang baru dalam radar kepolisian.

"Permintaannya dari EM. EM dapatnya dari LN. Nah, inisial LN sebenarnya sudah lama juga ada itu di perkaranya Bilqis kan. Cuma kan memang tidak diamankan [saat itu]," jelas Egy.

Ia menambahkan bahwa EM dan kelompok tersangka dalam kasus Bilqis sebenarnya berada dalam satu kelompok besar, namun sempat pecah karena perselisihan internal.

"Dulu sebenarnya satu rumpun tuh antara EM sama yang di perkaranya Bilqis. Cuma apa mereka pisahlah, ada sleg gimana gitu. Masalah pembagian juga kayaknya," tambahnya.

Polisi menyebut praktik ini murni merupakan bisnis gelap berbasis permintaan (supply and demand). Semakin panjang rantai perantaranya, semakin tinggi harga yang dipatok hingga sampai ke tangan pembeli terakhir.

Dalam kasus RZA, ibu kandung korban menjual anaknya seharga Rp 21 juta. Namun, ia hanya menerima Rp 17,5 juta. Setelah melewati tangan WN dan EM, harga korban tersebut melonjak drastis saat mencapai LN di Jambi.

"Ya supply and demand lah. Makanya semakin banyak piramidnya, ya semakin kecil makin ke bawah itu nilainya. Makanya Bilqis kan di paling bawah tuh cuma 3 juta kan? Setelah sampai ujungnya [ke tersangka LN] berapa tuh? 80-an [juta]," ungkap Egy.

Sekilas Kasus Bilqis

Kasus Bilqis sebelumnya menyita perhatian publik setelah bocah 4 tahun asal Makassar itu diculik dan ditemukan di hutan pedalaman Jambi.

Polda Sulsel menetapkan empat tersangka, termasuk Sri Yuliana (SY) dan pasutri Adit Saputra (AS)-Meriana (MA) yang telah menjual setidaknya 9 anak ke kelompok di Jambi melalui perantara berinisial L.

Sementara itu, kasus RZA bermula saat ibu kandungnya sendiri, IJ, menculik korban dari rumah neneknya di Tamansari pada 31 Oktober 2025. RZA kemudian dijual secara berantai hingga ditemukan polisi di wilayah Suku Anak Dalam, Jambi, bersama tiga balita lain yang juga diduga korban perdagangan orang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Arena Full House, Pemain Timnas Futsal Indonesia Tak Gentar Hadapi Iran
• 7 jam lalubola.com
thumb
Jejak "Monster Tidur" Ditemukan Dekat Gunung, Jabodetabek Perlu Awas?
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Samsung Galaxy Z TriFold vs S26 Ultra, Pilih Inovasi atau Performa?
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lewat POJK Baru, OJK Perkuat Pengawasan ITSK dan Perdagangan Aset Keuangan Digital
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PBI BPJS Kesehatan Nonaktif? Begini Cara Reaktivasinya
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.