Ini Nama Kapsul dan Jadwal Terbang 4 Astronot dalam Misi Artemis II

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

NASA kini tengah menyelesaikan persiapan misi bersejarah Artemis II, sebuah perjalanan yang akan membawa manusia lebih jauh ke luar angkasa daripada sebelumnya. Misi ini akan mencatat sejarah baru umat manusia ke bulan setelah puluhan tahun.

Dalam misi ini, empat astronot terpilih, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen akan menumpang sebuah kapsul canggih bernama Orion.

Kapsul Orion dirancang khusus untuk membawa awak melalui perjalanan jauh mengelilingi bulan dan kembali ke Bumi. Kapsul ini akan diluncurkan ke orbit oleh roket raksasa Space Launch System (SLS) sebelum memulai lintasannya menuju satelit alami Bumi tersebut.

Baca juga : Artemis II Tertunda Lepas Landas Akibat Kebocoran Hidrogen, Mengapa masih terjadi?

Jadwal Peluncuran Terbaru

Berdasarkan dokumen internal yang baru saja diperbarui oleh NASA, badan antariksa tersebut kini membidik jendela peluncuran pada awal tahun 2026. Tanggal-tanggal yang menjadi target utama adalah 6–9 Maret atau 11 Maret.

Penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis saat sesi latihan peluncuran (wet dress rehearsal), termasuk kebocoran bahan bakar hidrogen pada roket SLS dan masalah pada katup kapsul Orion yang baru diganti. Jika target Maret meleset, NASA telah menyiapkan opsi cadangan pada awal April.

Kontroversi Perisai Panas

Meski NASA optimis, misi ini dibayangi oleh perdebatan sengit mengenai keamanan perisai panas Orion. Pada misi Artemis I (tanpa awak) tahun 2022, perisai panas berbahan Avcoat tersebut mengalami kerusakan tidak terduga, di mana potongan-potongan kecil terlepas dan meninggalkan lubang hangus.

Baca juga : Tak Lagi Andalkan Radio, NASA Siapkan Laser untuk Misi Artemis

Beberapa ahli dan mantan astronot, termasuk Charles Camarda, menyuarakan kekhawatiran karena NASA memutuskan untuk tetap menggunakan desain perisai panas yang sama untuk Artemis II tanpa melakukan uji coba tanpa awak tambahan. Namun, NASA menegaskan bahwa mereka telah memodifikasi jalur masuk atmosfer agar lebih singkat guna mengurangi tekanan pada perisai.

"Dari perspektif risiko, kami merasa sangat yakin," ujar seorang pejabat senior NASA pada konferensi pers September 2025 tentang Artemis II. Mereka menekankan bahwa keselamatan awak tetap menjadi prioritas utama meski ketidakpastian dalam penerbangan luar angkasa akan selalu ada.

Sumber: Scientificamerican.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertamina Untung Rp 17 triliun dari Sewa Terminal BBM PT OTM, Ini Hitung-hitungannya
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prabowo: Tiap Kali Kita Ingin Tegakkan Hukum, Kelompok Koruptor dan Garong Menyerang Balik
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Aksi Begal Gagal Motor Korban Mogok saat Dirampas | BERITA UTAMA
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Bukan Mabuk Kemenangan, Begini Cara Michael Carrick Menjaga Emosi dan Identitas Manchester United: Saya Tidak Terlalu Memikirkan Masa Depan!
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
PSIM Melalui 3 Laga BRI Super League Tanpa Kemenangan, Jean-Paul van Gastel Singgung Kebijakan Transfer dan Status Tim Promosi
• 12 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.