BGN Siapkan Strategi Penyaluran MBG saat Ramadan

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan strategi penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan strategi penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. (Foto: iNews Media/Binti Mufarida)

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan strategi penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Strategi tersebut terangkum dalam empat mekanisme yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik di sekolah, kelompok rentan, hingga lingkungan pesantren.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan program MBG tetap berjalan selama Ramadan dengan sejumlah penyesuaian, terutama terkait waktu konsumsi dan bentuk makanan.

Baca Juga:
Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf dan Janji Sanksi SPPG Nakal

"Untuk Ramadan, Makan Bergizi (Gratis) akan tetap berlanjut. Jadi ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan," kata Dadan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Mekanisme pertama diterapkan di sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa. Dalam skema ini, makanan MBG tetap dikirim ke sekolah, namun disiapkan dalam bentuk menu yang lebih tahan lama dan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Baca Juga:
Pemerintah Akan Evaluasi Dampak Program MBG, Cek Pertumbuhan Fisik Penerima 

"Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa, makanannya akan seperti biasa dikirim ke sekolah dalam bentuk makanan yang tahan dan bisa dibawa ke rumah untuk dikonsumsi pada saat buka," ujarnya.

Mekanisme kedua berlaku bagi sekolah di daerah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa. Pada wilayah ini, penyaluran MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan skema.

"Kemudian, untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan tetap normal," ucapnya.

Mekanisme ketiga menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Dadan menegaskan penyaluran MBG bagi kelompok tersebut tetap dilakukan seperti biasa selama Ramadan. "Untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, juga normal," kata Dadan.

Sementara mekanisme keempat diterapkan khusus di lingkungan pesantren. Karena penerima manfaat dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada di dalam area pesantren, jadwal konsumsi makanan akan digeser ke waktu berbuka puasa.

"Untuk pesantren, karena penerima manfaatnya ada di dalam pesantren dan SPPG-nya ada di dalam pesantren, maka pelayanannya akan digeser ke saat buka. Jadi masaknya siang hari, dikonsumsi pada saat buka," tuturnya.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tiba di Malang, Akan Hadiri Peringatan Harlah 1 Abad NU Besok
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenaskan! Gajah Sumatera Ditemukan Mati, Diduga Jadi Korban Perburuan Liar | BERITA UTAMA
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Kronologi Pria Ditemukan Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik dan Dilakban di Lampung
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Cara dan Syarat Mengaktifkan BPJS PBI yang Dinonaktikan tanpa ke Dinsos, Ini Langkah Mudahnya
• 5 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Bertolak ke Jatim, Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.