REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH, – Realisasi investasi di Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp764,79 miliar, mengalami penurunan sebesar 53 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp1,63 triliun. Hal ini diungkapkan oleh Ifan Murdani, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (7/2).
Meskipun terjadi penurunan nilai investasi, jumlah laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) justru meningkat signifikan sebesar 37 persen dengan mencapai 1.191 laporan pada tahun 2025. Tahun sebelumnya, serapan tenaga kerja di Aceh Barat mencapai 1.189 orang, sementara pada tahun 2023 tercatat 1.249 orang.
Distribusi investasi per triwulan di tahun 2025 menunjukkan angka tertinggi pada triwulan ketiga sebesar Rp359,6 miliar, sementara triwulan pertama mencapai Rp104,2 miliar, triwulan kedua Rp179,4 miliar, dan triwulan keempat Rp121,3 miliar. Sektor pertambangan tetap menjadi motor utama penggerak ekonomi dengan kontribusi 47,5 persen atau Rp363 miliar, disusul oleh sektor tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan dengan kontribusi 20,8 persen atau Rp158 miliar.
Total perizinan dan nonperizinan yang diterbitkan DPMPTSP pada tahun 2025 mencapai 3.253 dokumen. DPMPTSP Aceh Barat juga berhasil mengelola anggaran sebesar Rp5,88 miliar dengan tingkat realisasi 95,15 persen atau Rp5,60 miliar.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang transparan dan memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Pada tahun 2025, jumlah serapan tenaga kerja tercatat sebanyak 845 orang.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.