Harga Gambir Anjlok, Petani di Sumbar Minta Intervensi Pasar

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PAINAN - Petani gambir di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, memutuskan menunda panen setelah harga komoditas ekspor itu semakin turun di tingkat petani hingga awal Februari 2026 ini.

Salah seorang petani, Riko mengatakan harga gambir selama sepekan turun tajam ke level Rp17.000 per kilogram dengan kandungan air 18%. Kondisi ini membuat dirinya dan banyak petani menunda masa panen daun gambir, sembari memantau kondisi harga pasar.

“Kalau angka Rp17.000 per kilogram itu, kalau dihitung dari biaya produksi, tidak ada untungnya. Makanya banyak petani memilih menunda masa panen,” katanya, dikutip Minggu (8/2/2026).

Dia menjelaskan harga gambir di petani terus turun. Pada pertengahan 2025, harga komoditas ini berkisar Rp38.000. Harga itu terus anjlok mencapai  Rp20.000 per kilogram pada Januari 2026 lalu. 

Riko bilang  sudah ada inisiatif dari petani untuk bertanya langsung ke pengepul, jawaban yang didapat, bahwa harga dari eksportir juga anjlok.

Menurutnya cara petani menunda masa panen ini terbilang alternatif saja. Dibutuhkan tindakan lebih konkret dari semua pemangku kepentingan agar harga di tingkat petani stabil untuk komoditas andalan Sumatra Barat ini.

Terpisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar mencatat tren ekspor gambir menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir dan hal ini dampak dari permintaan global membaik.

Kepala Disperindag Sumbar Novrial mengatakan mencatat ekspor pada 2023  berjumlah 11.865 ton, pada 2024 ekspor gambir dari Sumbar mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar, dan kemudian di tahun 2025 juga diperkirakan terus meningkat, seiring semakin meluasnya kawasan perkebunan gambir di Sumbar.

“Potensi ekspor gambir ini masih besar, karena Sumbar memasok sekitar 80% kebutuhan gambir dunia. Kami juga mendorong mempercepat perluasan pasar dan penataan tata niaga gambir nasional,” katanya.

Dia menyebut, Sumbar saat ini sangat bergantung pada pasar India yang menjadi tujuan utama ekspor gambir Indonesia.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar Kementerian Pertanian dan Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan termasuk PTPN untuk mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem hilirisasi berbasis riset, teknologi, dan kemitraan dengan petani rakyat komoditas gambir.

Prabowo menyatakan gambir yang sebagai tanaman endemik Indonesia yang selama ini dikenal secara terbatas memiliki potensi ekonomi global yang besar, harusnya gambir bisa dikembangkan lebih baik lagi, seperti melakukan hilirisasi.

“Pentingnya penguatan hilirisasi dan pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian dan perkebunan sebagai strategi utama meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional,” kata Prabowo pada Januari 2026 lalu.

Presiden menilai bahwa Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah. Menurutnya, komoditas seperti gambir perlu didorong untuk diolah lebih lanjut di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar, membuka peluang industri baru, serta meningkatkan pendapatan petani di sentra produksi. 

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menjelaskan bahwa gambir merupakan komoditas yang selama ini kurang mendapat perhatian publik, padahal memiliki keunggulan yang sangat kuat di pasar internasional.

“Kalau orang mendengar gambir, biasanya langsung teringat dengan sirih. Padahal gambir itu produk strategis. Bahkan ada negara yang sekitar 90% kebutuhan gambirnya dipasok dari Indonesia,” kata Jatmiko di kesempatan itu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Panglima TNI Resmi Tunjuk Mayjen Benyamin Jadi Jampidmil
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Jelang Ramadan, Bapanas Awasi Stabilitas Pangan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Pohon Trembesi di Jalan Cakung Cilincing Jakut Tumbang Tutupi Jalan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jasad Terakhir Korban Longsor Tambang Timah di Bangka Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Zhao Lusi Livestreaming, Dongkrak Penjualan Pertanian Sampai Rp 82 Miliar
• 15 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.