Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan ikan nasional berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan pihaknya berupaya membuat masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang melalui dukungan pasokan protein ikan yang bermutu dan harga yang stabil.
Berdasarkan paparannya saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR, produksi ikan nasional pada periode Januari hingga Maret 2026 diproyeksikan mencapai 3,57 juta ton. Jumlah tersebut berasal dari perikanan budi daya sebesar 2,05 juta ton dan perikanan tangkap sebesar 1,52 juta ton.
“KKP berkomitmen penuh untuk memastikan kebutuhan protein hewani masyarakat, khususnya dari sektor perikanan, dapat terpenuhi dengan baik dan dengan harga yang terjangkau,” kata Trenggono melalui keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (8/2).
Selain menjaga produksi, KKP melakukan pemantauan ketersediaan ikan di delapan kota besar sebagai sentra konsumsi nasional. Hasil pemantauan menunjukkan status pasokan ikan secara nasional berada pada kategori aman.
KKP juga menyiapkan pengamanan pasokan lewat optimalisasi stok gudang beku (cold storage) dan peningkatan distribusi hasil perikanan budi daya.
“Kami memastikan distribusi antarwilayah tetap berjalan lancar untuk menjaga keseimbangan pasokan di tingkat konsumen,” ujar Trenggono.
Trenggono berharap dukungan dan sinergi dengan DPR tetap terjaga agar pengamanan pasokan ikan selama Ramadan hingga Idul Fitri berjalan optimal.





