Presiden Prabowo Subianto berpidato di acara puncak Hari Lahir ke-100 NU, di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2). Di hadapan para warga Nahdliyin yang hadir, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.
"Saya hadir di sini, saya ingin menyampaikan intinya adalah, terima kasih Nahdlatul Ulama. Terima kasih para kiai, ulama, terima kasih seluruh nahdliyin semuanya. Keluarga besar Nahdlatul Ulama, terima kasih peran NU jaga kedamaian dan stabilitas Indonesia," kata Prabowo.
Ia juga memuji NU, bagaimana dalam setiap perjalanan sejarah, NU selalu tampil jadi penyelamat. NU juga salah satu penopang pilar kebesaran bangsa.
"Saudara-saudara, 100 tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan," ucap Prabowo.
Selain itu, NU juga memberi teladan bagaimana persatuan dibangun dan dirawat. Hal ini pula yang membuat Prabowo untuk terus meniru, dan menekankan pentingnya persatuan antara para pemimpin.
"NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan. Dan memang itulah pelajaran sejarah, tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Karena itu, saya selalu mengajak semua unsur selalu mari kita bersatu," kata Prabowo.



