Melihat Potensi Ekonomi Hilirisasi Peternakan Ayam yang Digarap Pemerintah

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Hilirisasi peternakan ayam menjadi salah satu proyek yang dibangun Danantara. Hilirisasi tersebut nantinya diperkirakan mempunyai berbagai potensi ekonomi, termasuk penciptaan lapangan kerja baru.

Dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pertanian (Kementan) pada Minggu (8/2), dengan proyek tersebut akan lahir 1,46 juta lapangan kerja. Di samping itu, peningkatan pendapat bruto peternak per tahunnya bisa mencapai Rp 81,5 triliun.

“Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” kata CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Diperkirakan nantinya akan ada tambahan 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun dengan adanya proyek tersebut. Dengan begitu, hasil produksi juga bisa mensuplai 82,9 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat ini, untuk memasok MBG kepada 82,9 juta penerima perlu daging ayam sebanyak 1,1 juta ton dan telur 0,7 juta ton. Kebutuhan tersebut harus dipasok dari ayam pedaging sebanyak 1,2 miliar ekor, ayam petelur 55 juta ekor, produksi daging ayam 1,8 juta ton, dan telur 1 juta ton.

Meski begitu, prioritas pasokan daging dan telur ayam untuk MBG tetap berasal dari produksi masyarakat. Hanya saja, proyek hilirisasi peternakan unggas Danantara ini diharapkan dapat menjadi bantalan (buffer).

Selain itu, Rosan menilai proyek tersebut bisa menjadi stabilisator harga ayam. Menurutnya, jika kenaikan permintaan daging ayam dan telur tidak diimbangi dengan kenaikan pasokan, maka harga di pasaran otomatis akan melesat dan memberatkan masyarakat.

"Kalau kita tidak antisipasi harga telur, harga ayam, ini akan meningkat bisa secara signifikan kalau kita tidak mengantisipasi dari sekarang," tegas Rosan.

Untuk saat ini, dari 30 titik yang direncanakan, groundbreaking proyek peternakan unggas pada fase pertama dilakukan terhadap 6 titik yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Bone, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Sumbawa.

Fasilitas Hilirisasi Poultry Terintegrasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare melalui anak perusahaan ID FOOD, PT Berdikari (Persero).

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan proyek hilirisasi pengembangan industri ayam terintegrasi akan dibangun di 30 provinsi, meliputi 8 titik di Sumatera, 4 titik di Kalimantan, 7 titik di Sulawesi, 3 titik di Maluku dan Maluku Utara, 6 titik di Papua, 3 titik di Nusa Tenggara, dan 1 titik di Jawa.

"Untuk fase satu itu ada 6, dari 30 rencana besar untuk hilirisasi perunggasan Indonesia," kata Ghimoyo.

Terdapat 333 pabrik yang terintegrasi dalam satu ekosistem, meliputi 28 pabrik pakan, 9 kandang Grand Paret Stock (GPS), 14 kandang Parent Stock (PS), 130 kandan kandang pullet, 135 Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) dan CS, 8 pabrik olahan, 8 pabrik olahan telur, dan 1 pabrik vaksin atau obat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Layvin Kurzawa Sebut Proses Adaptasinya di Persib Berjalan Baik, Kehadiran Andrew Jung Ikut Membantu: Fokus ACL 2 Vs Ratchaburi
• 16 jam lalubola.com
thumb
Daftar Lengkap Harga Terbaru Emas Pegadaian pada 8 Februari 2026
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pramono Bareng JK Kerja Bakti di Tengah Hujan, Serentak Gelar Jaga Jakarta Bersih
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
John Herdman Dijamin Full Senyum, Emil Audero dan Jay Idzes Bikin Gempar Eropa Jelang Perjuangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketua PWI: Peluang Karir Wartawan Perempuan Kini Terbuka Lebar, Gender Tak Lagi Jadi Hambatan
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.