JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kegiatan kerja bakti bersama warga dalam Gerakan “Jaga Jakarta Bersih” di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan pemantauan Kompas.com, Pramono tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB.
Ia mengenakan kaus polo berwarna oranye yang dipadukan dengan jaket ringan krem, topi hitam, serta kacamata.
Baca juga: Gerakan Jaga Jakarta Bersih Minggu Pagi: Pramono ke Jaktim, Rano di Jakpus
Setibanya di lokasi, Pramono menyapa warga dan petugas yang telah berkumpul sejak pagi.
Ia kemudian berjalan menyusuri jalan lingkungan untuk melihat langsung proses pembersihan.
Pramono tampak memperhatikan petugas yang membersihkan sampah di sisi jalan, sementara sebagian lainnya memasukkan sampah ke dalam karung untuk kemudian diangkut.
Beberapa kali ia berhenti untuk berbincang dengan warga dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta turut memantau pembersihan saluran air yang dipenuhi lumpur.
Petugas terlihat mengeruk sedimen menggunakan sekop agar aliran air kembali lancar.
Baca juga: Warga Tunggu Janji Pramono Anung Tertibkan PKL di Trotoar Jakarta
Sejumlah truk sampah dikerahkan untuk mengangkut hasil pembersihan dari lokasi.
Di sela peninjauan, Pramono menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Jakarta dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
"Hari ini kita bersama-sama mengikuti kerja bakti gotong royong yang dijalankan secara serentak di seluruh Jakarta yang kita sebut dengan Jaga Jakarta Bersih. Terus terang, salah satu inisiator acara ini adalah PMI," ujar Pramono di lokasi, Minggu.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga mendapat dukungan konkret berupa bantuan peralatan kebersihan yang didistribusikan ke seluruh wilayah administrasi di Ibu Kota.
"Dan beliau (Jusuf Kalla) secara konkret memberikan bantuan kepada Jakarta berupa cangkul, kemudian sekop, gerobak, dan karung yang digunakan di 44 kecamatan, 267 kelurahan," lanjutnya.
Menurut dia, partisipasi warga dalam gerakan ini cukup besar. Ia menyebut total peserta yang terlibat mencapai ratusan ribu orang.
"Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang di semua wilayah," kata Pramono.