Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (Angkasa) menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar masjid di Indonesia, salah satunya di Masjid Raya At-Taqwa, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/2).
Masjid Raya At-Taqwa dipilih karena dinilai aktif menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui Baznas Microfinance Masjid (BMM) yang telah berjalan secara berkelanjutan.
"Masjid Raya At-Taqwa menjadi salah satu mitra Baznas dalam Program Baznas Microfinance Masjid. Pembiayaan yang diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan ini ditujukan untuk membantu usaha mikro di lingkungan sekitar masjid agar bisa tumbuh dan berkelanjutan," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, Minggu.
Saidah menjelaskan jumlah penerima manfaat program BMM di Masjid Raya At-Taqwa terus bertambah.
Baca juga: Baznas RI-Angkasa Malaysia berdayakan umat lewat koperasi masjid
Awalnya, pembiayaan diberikan kepada 35 pelaku usaha mikro, kemudian meningkat menjadi 55 orang, dan kini telah menjangkau 64 penerima manfaat.
Ia berharap kolaborasi dengan Angkasa Malaysia dapat memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
Menurut Saidah, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang solusi bagi masyarakat agar tidak terjerat pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan informal yang merugikan.
"Kami berharap masjid menjadi tempat masyarakat mencari solusi ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Dengan dukungan dari Angkasa, program ini diharapkan semakin kuat dan berdampak," ujar Saidah Sakwan.
Sementara itu, Presiden Angkasa Datuk Seri Dr Abdul Fattah Abdullah menyampaikan, penguatan ekonomi berbasis masjid merupakan bagian dari upaya mengembalikan fungsi masjid sebagaimana pada masa Rasulullah SAW, yakni sebagai pusat ibadah, sosial, dan ekonomi umat.
"Masjid bukan hanya tempat menunaikan ibadah wajib, tetapi juga pusat manfaat bagi masyarakat. Melalui koperasi dan pembiayaan berbasis masjid, kita ingin mengembalikan masjid sebagai pusat penggerak ekonomi umat," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Angkasa menyerahkan bantuan sebesar 300 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh pengurus Masjid Raya At-Taqwa.
Bantuan pemberdayaan ekonomi tersebut tersebut menyusul bantuan pertama, setelah sebelumnya Baznas dan Angkasa juga menyalurkan bantuan untuk pengembangan ekonomi umat sebesar 3.000 dolar AS di Masjid Jami Annimah, Ciracas, Jakarta Timur.
Baca juga: Baznas RI perkuat ekonomi mustahik lewat ZCorner di Unwahas Semarang
Masjid Raya At-Taqwa dipilih karena dinilai aktif menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui Baznas Microfinance Masjid (BMM) yang telah berjalan secara berkelanjutan.
"Masjid Raya At-Taqwa menjadi salah satu mitra Baznas dalam Program Baznas Microfinance Masjid. Pembiayaan yang diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan ini ditujukan untuk membantu usaha mikro di lingkungan sekitar masjid agar bisa tumbuh dan berkelanjutan," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, Minggu.
Saidah menjelaskan jumlah penerima manfaat program BMM di Masjid Raya At-Taqwa terus bertambah.
Baca juga: Baznas RI-Angkasa Malaysia berdayakan umat lewat koperasi masjid
Awalnya, pembiayaan diberikan kepada 35 pelaku usaha mikro, kemudian meningkat menjadi 55 orang, dan kini telah menjangkau 64 penerima manfaat.
Ia berharap kolaborasi dengan Angkasa Malaysia dapat memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
Menurut Saidah, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang solusi bagi masyarakat agar tidak terjerat pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan informal yang merugikan.
"Kami berharap masjid menjadi tempat masyarakat mencari solusi ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Dengan dukungan dari Angkasa, program ini diharapkan semakin kuat dan berdampak," ujar Saidah Sakwan.
Sementara itu, Presiden Angkasa Datuk Seri Dr Abdul Fattah Abdullah menyampaikan, penguatan ekonomi berbasis masjid merupakan bagian dari upaya mengembalikan fungsi masjid sebagaimana pada masa Rasulullah SAW, yakni sebagai pusat ibadah, sosial, dan ekonomi umat.
"Masjid bukan hanya tempat menunaikan ibadah wajib, tetapi juga pusat manfaat bagi masyarakat. Melalui koperasi dan pembiayaan berbasis masjid, kita ingin mengembalikan masjid sebagai pusat penggerak ekonomi umat," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Angkasa menyerahkan bantuan sebesar 300 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh pengurus Masjid Raya At-Taqwa.
Bantuan pemberdayaan ekonomi tersebut tersebut menyusul bantuan pertama, setelah sebelumnya Baznas dan Angkasa juga menyalurkan bantuan untuk pengembangan ekonomi umat sebesar 3.000 dolar AS di Masjid Jami Annimah, Ciracas, Jakarta Timur.
Baca juga: Baznas RI perkuat ekonomi mustahik lewat ZCorner di Unwahas Semarang




