Harlah 1 Abad NU: Gus Kikin Ingatkan Anggota NU untuk Rukun Bersatu

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, mengingatkan tantangan yang akan dihadapi NU yang kini berusia 1 abad. NU saat ini terus tumbuh hingga memiliki banyak anggota.

Awalnya, Gus Kikin mengingatkan pesan pendiri NU, KH. Hasyim Asy'ari. Pesan itu tercantum dalam Muqaddimah Qanun Asasi NU. Isinya mengingatkan agar setiap warga Nahdliyyin bergabung ke NU dengan penuh kasih sayang, tanpa membeda-bedakan berasal dari golongan kaya, pejabat, hingga rakyat jelata.

"Semangat kebersamaan kita di sini, pada pagi hari ini juga mengingatkan kita kepada wejangan Rois Akbar Nahdlatul Ulama Khadratus Sheiykh KH. Muhammad Hashim Ash'ari. Sejak 100 tahun yang lalu yang termuat di dalam Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama," ucap Abdul Hakim Mahfudz, saat sambutannya di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu pagi (8/2).

Di Muqaddimah Qanun Asasi NU, KH. Hasyim Asy'ari mengajak setiap warga dan segenap pengikut dari golongan para fakir miskin, para hartawan, rakyat jelata, orang-orang kuat, berbondong-bondong masuk jam'iyah yang diberi nama Nahdlatul Ulama ini.

"Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun bersatu, dan dengan ikatan jiwa raga. Mujahadah yang kita lakukan pagi ini tidak lain, kecuali dalam rangka menyambut seruan mu'asis Nahdlatul Ulama," tutur Gus Kikin.

Ia pun secara pribadi mengapresiasi semangat anggota NU yang datang ke peringatan Mujahadah Kubro, Harlah NU yang digelar selama dua hari sejak 7 dan 8 Februari 2026. Mereka tiba dari beberapa wilayah di Jawa Timur dan luar Jawa Timur, dengan pengorbanan biaya dan tenaga dengan penuh keikhlasan.

"Di pagi hari ini, pagi yang dipenuhi semangat kebersamaan, pagi yang menggambarkan keguyupan, kita bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka mensyukuri perjalanan Nazatul Ulama yang telah mencapai usia satu abad sesuai perhitungan kalender Masehi," ungkap Gus Kikin kembali.

Gus Kikin kemudian mengingatkan tantangan NU yang kian besar ketika bertambahnya usia menjadi satu abad. Perkembangan zaman dan besarnya anggota, harus mampu dikelola dengan bijak dan cerdas. Supaya NU yang menjadi ormas dengan jumlah keanggotaan terbesar di dunia itu bisa tetap eksis dan menghadapi tantangan zaman.

"Tentu (banyaknya anggota NU) ini merupakan anugerah, sekaligus amanah yang harus dijaga dan dikembangkan dengan kerja keras dan cerdas," kata pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng, Jombang ini.

Peringatan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU dilaksanakan di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu dan Minggu (7-8/2). Ratusan ribu orang warga Nahdliyyin hadir dari berbagai penjuru Jawa Timur dan luar provinsi.

Kegiatan berlangsung sejak Sabtu malam di tengah hujan yang mengguyur Kota Malang. Pembacaan salawat bersama Majelis Subbanul Muslimin mengawali rangkaian acara pada Sabtu malam, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an Khotmil Qur'an sebanyak 999 kali bersama Qori' nasional dan internasional.

Rangkaian acara berlanjut dengan salat malam pada pukul 01.00-02.00 WIB, dan dilanjutkan dengan Mujahadah dan Ijazah Kubro pukul 02.00-04.00 WIB. Rangkaian acara berlanjut hingga Minggu pagi harinya, dengan mendengarkan orasi dan sambutan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sekaligus penutupan doa dari Rois Amm PBNU KH. Miftachul Akhyar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Adu Nilai Triliunan Rupiah di Old Trafford, Manchester United vs Tottenham: Siapa Lebih Mahal?
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Usung Sportainment dengan Gaet Komunitas Otomotif, Saiya Camp Kembali Gelar Street Fight
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Janji Perluas Lapangan Kerja, Siapkan Industrialisasi dan Jutaan Rumah Murah
• 3 jam lalumerahputih.com
thumb
Rano: Nonsan Strawberry Festival Perkuat Kerja Sama Indonesia–Korea Selatan
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Fitur Ala iPhone Muncul di HP 2 Jutaan, Nubia A76 5G Bikin Kaget
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.