Ahli: Diet Keto Bisa Bantu Mengatasi Problem Depresi

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Sebuah uji klinis terbaru menunjukkan diet keto memiliki manfaat yang signifikan, pada seseorang yang mengalami depresi dan resisten terhadap pengobatan. Di mana diet keto adalah mengatur pola makan tinggi lemak sehat dan rendah karbohidrat.

“Studi kami menunjukkan bahwa ketika diet ketogenik diuji dengan cermat, manfaat apa pun yang tampak nyata tetapi sederhana, dan lebih sulit untuk dipertahankan daripada yang diklaim oleh beberapa pihak,” kata Min Gao.

Melansir laman Everydayhealth, Min Gao ahli epidemiologi dan ilmuwan perilaku kesehatan di Universitas Oxford, Inggris mengakui diet ketogenik (keto) dapat membantu meningkatkan kesehatan mental.  Meski begitu, dampak yang dihasilkan tidak terlalu besar dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

“Khususnya diet ketogenik, diet tinggi lemak sehat tetapi rendah karbohidrat, dapat membantu kesehatan mental semakin meningkat. Kami ingin mempelajari ini dengan cermat untuk memahami apakah ada manfaat nyata,” ungkapnya.

Hasil studi yang diterbitkan JAMA Psychiatry, menguji 88 peserta dengan usia rata-rata 42 tahun. Peserta telah didiagnosis depresi dan resisten terhadap pengobatan.

Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kategori. Peserta kategori pertama mengikuti pola diet keto dengan mengonsumsi kurang dari 30 gram karbohidrat per hari. Sementara kelompok lainnya menjalani diet kontrol, yaitu mengonsumsi makanan yang kaya akan sayur.

Para peneliti melacak partisipan berdasarkan Skor PHQ-9, yaitu skala 0 hingga 27 poin. Skor itu digunakan untuk mengukur tingkat keparahan depresi. Pengukuran dilakukan setelah enam minggu menjalani diet tersebut.

Hasilnya peserta yang mengikuti diet keto mengalami penurunan skor PHQ-9 sebesar 10,5 poin, sedangkan peserta yang mengikuti diet kontrol mengalami penurunan sebanyak 8,3 poin.

Amir Afkhami, MD, PhD , seorang profesor dan wakil ketua departemen psikiatri dan ilmu perilaku Universitas George Washington menilai, studi terbaru soal diet keto dan manfaatnya bagi kesehatan mental, memiliki kualitas penelitian yang lebih baik ketimbang studi sebelumnya.

“Sebagian besar penelitian sebelumnya tentang depresi dan diet bersifat observasional, yang membuat sulit untuk memisahkan efek diet yang sebenarnya dari efek penurunan berat badan dan harapan bahwa Anda akan membaik setelah mengikuti uji klinis,” kata Dr. Afkhami.

 

Studi Manfaat Diet Keto pada Kesehatan Mental Sebelumnya

Studi-studi tahun 2024 dan 2025 menunjukkan adanya manfaat diet keto terhadap kesehatan mental. Namun, data-data pengujiannya masih bersifat pendahuluan.

Pada tahun 2024, studi kasus yang diterbitkan di Frontiers in Nutrition, meneliti tiga pasien depresi berat dan gangguan kecemasan umum, yang menjalani diet keto. Gejala depresi pada dua pasien dilaporkan mulai menghilang setelah 7 minggu menjalani diet tersebut.

Lalu ada juga studi dari Ohio State University (OSU), Amerika Serikat pada 2025. Studi itu meneliti mahasiswa yang mengikuti diet keto selama 10 minggu. Hasilnya gejala depresi mengalami penurunan sebanyak 70 persen.

Selain itu, Mahasiswa yang melakukan diet keto juga mengalami peningkatan fungsi kognitif, dan penurunan berat badan.

Para peneliti Stanford juga melihat diet keto bermanfaat bagi orang-orang dengan gangguan bipolar dan skizofrenia.

 

Apakah Diet Keto Direkomendasikan?

Diet keto mendorong produksi keton, senyawa kimia yang diproduksi dalam tubuh dari lemak, ketika seseorang kekurangan glukosa (gula darah) untuk dibakar sebagai energi.

Keto juga dapat memicu serangkaian perubahan yang bersifat anti-inflamasi dan neuroprotektif, sehingga bisa menstabilkan gejala depresi.

Namun, kalangan dokter menilai, masih terlalu dini menyarankan diet keto untuk pengobatan depresi. Min Gao menilai penelitian soal diet keto masih di tahap permulaan, bukan sebuah rekomendasi.

“Meskipun mungkin ada beberapa potensi manfaat, diet ini sulit diikuti, dan kita belum cukup tahu tentang keamanan jangka panjangnya dan siapa yang paling mungkin mendapatkan manfaat. Siapa pun yang mempertimbangkan perubahan pola makan untuk kesehatan mental harus mendiskusikan hal ini dengan dokter atau profesional kesehatan mental mereka,” tegasnya.

 

Risiko Diet Keto Jangka Panjang

Diet ketogenik atau diet keto, membentuk pola makan rendah karbohidrat yang diimbangi dengan asupan tinggi lemak dan protein. Diet ini memaksa tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, dan memicu proses pembakaran lemak yang disebut ketosis.

Diet inmtu mengharuskan seseorang mengonsumsi karbohidrat tidak lebih dari 50 gram per hari. Awalnya diet ini digunakan untuk menurunkan kasus epilepsi pada anak. Namun sekarang, jadi cara orang-orang menurunkan berat badan.

Selain memiliki manfaat, diet keto juga punya ririko, yaitu kadar keton yang terlalu banyak di tubuh, dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti menyebabkan dehidrasi dan membuat senyawa kimia dalam darah kehilangan keseimbangan.

Komplikasi seperti gangguan ginjal, hati, hingga lemak darah, juga jadi risiko menjalani diet keto.

Dampak-dampak itu berpotensi timbul saat diet keto dijalani dalam jangka panjang. Sehingga, diet tersebut hanya disarankan, dilakukan dalam jangka pendek, mulai dari 2-3 minggu. Maksimal dijalani 6-12 bululan. Setelahnya disarankan menjalani pola hidup sehat dan seimbang.(lea/rid)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KAI Angkut 442 Juta Penumpang Sepanjang 2025, Bukti Kereta Jadi Andalan Mobilitas Nasional
• 1 jam lalupantau.com
thumb
BGN Pastikan MBG untuk Siswa hingga Ibu Hamil Tetap Berjalan Selama Ramadan
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
KSAD dukung ketahanan pangan RI lewat pengembangan agroforestri
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo: Gara-gara Indonesia, Negara Lain Ikut Bangun Kampung Haji di Mekkah
• 2 jam laludisway.id
thumb
Presiden Prabowo dan PM Anthony Albenese Tanda Tangani Traktat Indonesia-Australia
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.