Jakarta, VIVA – Industri teknologi global kembali memasuki periode penuh tekanan pada awal 2026. Setelah 2025 disebut sebagai tahun sulit bagi karyawan korporasi, khususnya sektor teknologi, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) ternyata belum mereda.
Otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), serta pengetatan biaya operasional membuat banyak perusahaan melakukan restrukturisasi besar-besaran.
Baru sedikit lebih dari satu bulan memasuki 2026, sejumlah raksasa teknologi sudah mengumumkan pengurangan tenaga kerja dalam jumlah signifikan. Langkah ini umumnya dikaitkan dengan efisiensi, pergeseran fokus bisnis, serta upaya memperkuat investasi di bidang AI dan teknologi berbasis cloud.
Melansir dari The American Bazaar, Minggu, 8 Februari 2026, berikut daftar perusahaan teknologi besar yang sudah melakukan PHK sejak awal tahun.
1. Amazon
Amazon memangkas sekitar 16.000 pekerjaan pada Januari dan tambahan 2.200 pada awal Februari. Langkah ini disebut sebagai bagian dari dorongan lebih luas untuk merampingkan operasi dan mengurangi birokrasi. “Langkah ini dilaporkan merupakan bagian dari dorongan CEO Andy Jassy yang lebih luas untuk merampingkan operasi, memangkas birokrasi, dan menjauh dari bisnis yang tidak memenuhi ekspektasi kinerja,” tulis laporan tersebut.
2. Ericsson
Perusahaan telekomunikasi Ericsson mengumumkan rencana pemangkasan 1.600 pekerjaan di Swedia. Perusahaan telah menggandakan langkah penghematan biaya yang baru-baru ini membantunya bertahan dari penurunan belanja telekomunikasi yang berkepanjangan.
3. ASML
Produsen peralatan semikonduktor ASML akan memangkas sekitar 1.700 pekerjaan di Belanda dan Amerika Serikat. Alasannya yakni untuk memperkuat fokus pada rekayasa dan inovasi. PHK terutama menyasar posisi level kepemimpinan di tim teknologi dan TI.
4. Meta
Meta memberhentikan 1.500 karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi divisi Reality Labs. Perusahaan mengatakan sedang mengalihkan investasinya dari Metaverse ke Wearables, setelah Metaverse gagal mendapatkan daya tarik seperti yang diharapkan.
5. Autodesk
Autodesk menyatakan akan mengurangi sekitar 7 persen tenaga kerja globalnya, setara kurang lebih 1.000 pekerjaan. Perusahaan bertujuan mengalihkan belanja ke platform cloud dan upaya kecerdasan buatan, serta pengurangan terutama berdampak pada tim penjualan yang berhadapan langsung dengan pelanggan.
6. Pinterest
Pinterest berencana memangkas kurang dari 15 persen tenaga kerjanya sebagai bagian dari restrukturisasi. Perusahaan menyebut pemangkasan ini untuk mendukung ‘inisiatif transformasi’, yang mencakup realokasi sumber daya ke peran yang berfokus pada AI dan memprioritaskan produk berbasis AI.




