Di usia 20-30an, banyak perempuan mulai menghadapi fase hidup penuh keputusan penting, termasuk soal urusan keuangan. Mulai dari penghasilan pertama, cicilan, tabungan, sampai rencana masa depan seperti pendidikan lanjutan, pernikahan, atau investasi, semuanya butuh pertimbangan matang.
Tidak sedikit yang masih bingung harus mulai dari mana, atau terjebak pada pola “hidup untuk hari ini” tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang. Padahal, justru di rentang usia inilah literasi keuangan dan stabilitas finansial paling ideal untuk dibangun.
Nah, sebelum terlambat, yuk, kenali pertanyaan finansial penting yang wajib dipikirkan perempuan usia 20-30an demi kemandirian finansial seperti yang dilansir dari Morrows berikut!
“Apakah Aku Sudah Mulai Menyiapkan Dana Pensiun Cukup Dini?”Memulai tabungan pensiun sejak dini jadi kunci membangun kemandirian finansial/Foto: Unsplash/Natasha Hall
Pertanyaan ini penting karena waktu sebenarnya adalah aset terbesar dalam membangun masa depan dan kemandirian finansial. Makin cepat seseorang mulai menyisihkan dana ke tabungan pensiun, makin besar keuntungan yang bisa diperoleh dari efek bunga majemuk seiring berjalannya waktu.
Langkah pertama yang wajib dilakukan tentu saja memastikan kita sudah punya akun dana pensiun terlebih dahulu, entah melalui BPJS Ketenagakerjaan, DPLK, atau produk pensiun lain. Setelah itu, biasakan cek saldo secara rutin agar tidak ada iuran yang tertinggal.
Kalau ternyata punya lebih dari satu rekening pensiun, lebih baik digabungkan supaya lebih mudah dikelola dan tidak kena biaya administrasi ganda. Pastikan juga perusahaan tempat kita bekerja menyetorkan iuran dengan benar.
Kalau ada rezeki lebih, menambah simpanan pensiun lewat potongan gaji otomatis atau investasi pribadi bisa jadi strategi pintar. Selain menumbuhkan aset lebih cepat, cara ini juga bikin kita disiplin.
Jangan lupa, menunjuk ahli waris resmi itu penting agar dana pensiun bisa sampai ke orang yang kita pilih jika terjadi sesuatu. Perlu diingat, di Indonesia masih banyak perempuan yang akhirnya memiliki tabungan pensiun lebih sedikit dibanding pria, salah satunya karena jeda kerja saat menikah atau mengurus keluarga.



