Bomber Berkualitas Namun Tak Sejalan Filosofi Sepak Bola Tomas Trucha: Alasan Abu Kamara Dicoret dari PSM Makassar

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Abu Kamara bukan striker sembarangan. Fisik kuat, mobilitas tinggi, dan naluri gol yang terasah. Namun dalam sepak bola modern, kualitas individu saja tak selalu cukup. Ada sistem, ada filosofi, ada arah permainan yang harus selaras.

Dan di situlah kisah Abu bersama PSM Makassar berakhir.

Striker asal Liberia itu resmi tercatat sebagai pemain Persis Solo di laman ILeague. Meski belum diperkenalkan secara resmi, namanya sudah masuk skuad Laskar Sambernyawa dengan nomor punggung 4. Kepindahan ini menutup perjalanan singkatnya bersama Juku Eja.

Pelatih PSM, Tomas Trucha, tak menutup pintu apresiasi.

“Dia adalah pemain yang bagus, striker bagus. Namun inilah kehidupan dalam sepak bola,” ujar Tomas dalam konferensi pers jelang laga kontra PSBS Biak, Sabtu (7/2/2026).

Nada Trucha diplomatis. Tapi di balik itu, tersirat satu pesan: sepak bola bukan hanya soal kemampuan, melainkan kecocokan.

Ekspektasi dan Sistem yang Tak Bertemu

Abu Kamara didatangkan dari Al-Seeb Club (Oman) pada 16 Agustus 2025 dengan kontrak semusim. Dalam 13 penampilan, ia mencetak tiga gol. Statistik yang tidak buruk, tetapi juga belum bisa disebut impresif.

Dalam sistem permainan Tomas Trucha yang mengedepankan pressing kolektif, pergerakan tanpa bola, serta fleksibilitas taktik, seorang striker dituntut bukan sekadar mencetak gol. Ia harus menjadi pemantik tekanan, pembuka ruang, sekaligus penghubung lini.

Di sinilah diduga terjadi ketidaksesuaian.

“Kadang-kadang kita bisa memenuhi ekspektasi yang ada, kadang-kadang tidak bisa,” kata Tomas.

Kalimat itu sederhana, tapi bermakna dalam. Ekspektasi bukan hanya soal jumlah gol, melainkan kontribusi menyeluruh dalam skema permainan.

Trucha dikenal menyukai striker yang dinamis, mampu turun membantu build-up, agresif dalam transisi bertahan, dan disiplin menjaga shape tim. Jika satu elemen tak terpenuhi, keseimbangan bisa terganggu.

Bukan Soal Kualitas, Tapi Kesesuaian

Abu tetap striker berkualitas. Tomas bahkan secara terbuka mendoakan kesuksesannya di klub baru.

“Di mana pun dia berada, saya berharap yang terbaik untuk dia.”

Sepak bola memang keras. Kadang pemain bagus tak selalu cocok dengan filosofi pelatih. Dan keputusan seperti ini seringkali lebih taktikal ketimbang personal.

PSM sendiri kini tengah melakukan penyesuaian besar. Masuknya Sheriddin Boboev serta opsi asing lain menunjukkan bahwa Trucha ingin membangun lini depan yang lebih sesuai dengan visi permainannya.

Kepergian Abu Kamara menjadi bagian dari proses itu.

Awal Baru di Solo

Bagi Abu, Persis Solo bisa menjadi ruang pembuktian. Sistem berbeda, peran berbeda, dan mungkin ekspektasi yang lebih pas dengan karakternya sebagai target man.

Sepak bola selalu memberi babak baru.

Bagi PSM, ini tentang konsistensi filosofi.

Bagi Abu Kamara, ini tentang menemukan panggung yang tepat.

Dan di antara keduanya, hanya waktu yang akan menjawab: apakah keputusan ini tepat — atau justru menjadi penyesalan di kemudian hari.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
HIPMI DIY pasarkan produk lokal melalui Kopdes Merah Putih
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Di Bawah Arahan Jorge Lorenzo, Vinales Bidik Sejarah Langka di MotoGP 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Bhayangkara FC Vs Borneo FC : Bhayangkara FC Posisi Kedua di Proliga
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Anak Muda Membangun Masa Depan Lewat Jalur Politik
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.