Jakarta, VIVA - Modifikasi SUV identik dengan ubahan ekstrem yang kadang justru mengorbankan fungsi harian. Di IIMS 2026, Jetour menampilkan pendekatan berbeda lewat dua konsep Jetour T2 yang menekankan personalisasi tanpa menghilangkan kegunaan dasar kendaraan.
Dua konsep tersebut adalah Nomad Kit dan Obsidian Ultra Kit. Keduanya berangkat dari platform yang sama, namun diarahkan untuk karakter penggunaan yang berbeda.
Nomad Kit dirancang untuk kebutuhan petualangan dan aktivitas luar ruang. Fokus utamanya ada pada pemanfaatan roof rack bawaan JETOUR T2 yang memiliki kapasitas statis hingga 300 kg. Pada konsep ini, bagian atap dipasangi rooftop tent yang bisa digunakan untuk berkemah, dilengkapi awning samping sebagai peneduh, serta perlengkapan pendukung lain yang biasa dibutuhkan saat perjalanan jarak jauh atau eksplorasi alam.
Pendekatan modifikasi ini tidak menyentuh ubahan ekstrem pada bodi atau struktur kendaraan. Aksesori yang digunakan lebih mengoptimalkan fitur yang sudah ada, sehingga tetap terlihat fungsional dan tidak berlebihan. Kendaraan tetap bisa digunakan harian, namun siap diajak beraktivitas di luar kota tanpa persiapan rumit.
- Jetour
Berbeda dengan Nomad Kit yang berorientasi pada fungsi outdoor, Obsidian Ultra Kit lebih menonjolkan penguatan karakter visual Jetour T2 sebagai SUV bergaya rugged. Aksesori yang dipasang mempertegas kesan tangguh dan maskulin, namun tetap mempertimbangkan aspek kegunaan.
Ubahan pada konsep ini terlihat dari pemilihan elemen eksterior yang memberi tampilan lebih kokoh, tanpa membuat mobil kehilangan kenyamanan sebagai kendaraan harian. Modifikasi seperti ini menjadi inspirasi bagi pemilik yang ingin tampilan berbeda, tetapi tetap realistis untuk digunakan di jalan perkotaan.
Brand Manager Jetour Sales Indonesia, Arief Sutrisno, menjelaskan bahwa dua konsep ini memang disiapkan untuk menunjukkan sejauh mana fitur bawaan T2 bisa dimaksimalkan. “Melalui dua konsep Jetour T2 di IIMS, kami ingin memperlihatkan bahwa personalisasi tidak harus rumit. Fitur yang sudah ada bisa dieksplorasi untuk kebutuhan berbeda, baik aktivitas perkotaan maupun light off-road,” ujarnya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pereli Julian Johan atau Jejelogy turut mengapresiasi pendekatan tersebut. Menurutnya, skenario modifikasi yang ditampilkan bukan sekadar kosmetik, tetapi memperhatikan fungsi yang benar-benar bisa dimanfaatkan pemilik kendaraan dalam keseharian maupun aktivitas akhir pekan.




