Presiden Prabowo Sebut NU Selalu Tampil Selamatkan Negara di Saat Genting

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Malang: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan posisi strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pilar utama kebesaran bangsa. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri dan berpidato dalam acara puncak Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 8 Februari 2026.

Di hadapan ribuan jemaah, Presiden mengaku selalu merasakan atmosfer persatuan dan semangat pengabdian setiap kali berada di lingkungan NU.

“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia. Saya selalu semangat, karena saya merasakan kesejukan. Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, semangat ingin menegakkan kedamaian. Saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adil," kata Presiden Prabowo.

Ia secara khusus menyoroti kekuatan dan peran besar jemaah perempuan NU. “Apalagi tadi saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak-emak ini," ujarnya disambut riuh tepuk tangan.
 

Baca Juga :

Hadiri Mujahadah Kubro, Prabowo Sebut NU Adalah Pilar Kebesaran Bangsa Indonesia


Presiden menyatakan dukungan spiritual dari para kiai dan ulama NU memberinya keberanian untuk terus berbakti.

“Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," terang Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden menempatkan NU dalam bingkai sejarah panjang Republik Indonesia. Ia menegaskan, selama satu abad, organisasi ini telah konsisten menunjukkan pengabdian nyata.

“100 tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia," tegas Prabowo.

Ia menambahkan, NU selalu berdiri di barisan terdepan untuk menyelamatkan negara dalam berbagai momentum genting, sebuah peran yang sudah teruji sejak masa awal kemerdekaan.

“Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan," bebernya.

Presiden juga mengingatkan peran sentral Jawa Timur dan para kiai dalam mempertahankan kemerdekaan pascaproklamasi 1945.

“Kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya dipimpin oleh para kiai, para ulama, kita telah buktikan, bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapapun yang ingin menjajah bangsa kita," terang Prabowo.

Bagi Presiden, warisan terbesar NU adalah keteladanan dalam menjaga keutuhan nasional, sebuah nilai yang harus terus dirawat.

“NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan dan memang itulah pelajaran sejarah," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aksi Ikonik Robben Hancurkan  Spanyol di Piala Dunia 2014
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo dorong industrialisasi untuk buka lapangan kerja
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Everton Taklukkan Fulham 2-1, Aston Villa Ditahan Bournemouth pada Pekan ke-25 Liga Inggris
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Ikan Segar vs Ikan Beku, Mana yang Lebih Bergizi untuk Anak?
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
King MU Menang Terus! Harga Sahamnya Ikut Moncer, Siap-Siap Meroket
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.