Liputan6.com, Jakarta - JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan sekitar 100 ribu personel gabungan dalam kerja bakti massal bertajuk Jaga Jakarta Bersih yang digelar serentak pada Minggu pagi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, personel gabungan tersebut terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), tenaga ahli Pemprov DKI Jakarta, masyarakat, serta unsur TNI dan Polri.
Advertisement
“Hari ini secara bersamaan kita mengikuti kerja bakti gotong royong melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih,” kata Rano saat meninjau pelaksanaan kerja bakti di Jalan Cempaka Putih Tengah, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Rano menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sesuai Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 2 Tahun 2026 yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bersih. Selain itu, kerja bakti juga menjadi langkah preventif menghadapi musim pancaroba yang kerap diikuti peningkatan risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD).
“Makanya kenapa semak-semak kita perbaiki, sungai, air dan air-air yang tergenang, kita harus segera hilangkan,” ujarnya.
Adapun fokus utama kerja bakti adalah pengurasan dan pembersihan saluran air untuk meningkatkan kapasitas aliran serta mencegah penyumbatan sampah. Menurut Rano, pembersihan lingkungan menjadi langkah paling efektif dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
“Karena yang namanya fogging itu juga belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik. Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya dulu kita dengar 3M, menguras, menutup, mengubur atau mendaur ulang. Nah, inilah yang harus kita sampaikan kepada masyarakat,” katanya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495692/original/000809400_1770394497-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.49_PM.jpeg)