Obgyn: Ibu Habis Melahirkan Wajib Punya Me Time, Minimal 30 Menit-1 Jam

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menjadi seorang ibu merupakan perjalanan yang penuh perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Sayangnya, fokus sering kali hanya tertuju pada bayi, sementara kondisi ibu usai melahirkan dan kebutuhannya justru terlupakan.

Padahal, menurut Dokter Spesialis Obgyn, dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, ibu hamil hingga ibu pasca-melahirkan sangat membutuhkan dukungan, termasuk waktu untuk dirinya sendiri atau me time. Ia menegaskan, setelah melahirkan, ibu sebaiknya memiliki waktu khusus untuk dirinya sendiri, bahkan sejak awal masa nifas.

“Ibu habis melahirkan, setengah jam sampai satu jam ibu wajib punya me time. Sukanya ngapain, terserah,” ucap dr. Riyana dalam acara Edukasi Prenatal & Postnatal Spa Treatment di Jakarta Pusat, Kamis (5/2).

Ibu Melahirkan Butuh Support dan Me Time

Kontak yang terlalu intens dan terus-menerus dengan bayi tanpa jeda justru bisa berdampak buruk. Ketika ibu tidak sempat mengisi ulang energinya, muncul tanda-tanda kelelahan emosional seperti mudah menangis, merasa kosong, bahkan enggan menyusui.

Ini bukan karena ibu tidak menyayangi bayinya, tetapi karena ia kelelahan secara fisik dan mental. Kata dr. Riyana, waktu ini bukan bentuk egois, melainkan kebutuhan dasar agar energi emosional ibu tidak terkuras habis.

“Karena kadang-kadang terlalu kontak terus-terusan sama anak nggak bagus juga energinya sudah kosong. Nangis sendiri, nggak mau nyusuin,” sambungnya.

Perubahan besar ini sering terasa lebih berat karena kondisi hidup ibu berubah drastis. Jika sebelumnya kehidupan berjalan dengan jadwal yang teratur seperti jam kerja, jam istirahat, waktu pribadi. Maka, setelah melahirkan hampir semua waktu diisi dengan satu hal yakni bayi. Semua orang di sekitar terlihat sangat bahagia dan antusias dengan kehadiran sang bayi, sementara sang ibu justru merasa sendirian.

“Begitu lahiran, bayi, bayi, bayi, bayi. Dan semua orang suka sama bayinya selain dia (ibunya). Begitu nangis kasih ibunya,” ucapnya.

Oleh karena itu, masa kehamilan dan persiapan melahirkan seharusnya tidak hanya berfokus pada perlengkapan bayi, tetapi juga perencanaan support untuk ibu. Support ini harus jelas dan nyata. Mulai dari siapa yang membantu perawatan setelah melahirkan, siapa yang memastikan ibu makan dengan nutrisi cukup, hingga siapa yang memberi ruang agar ibu bisa beristirahat atau sekadar menenangkan diri.

Support-nya, planning-nya apa aja sih? Melahirkan lelah, vaginanya masih ngilu, perawatan luka, itu harus diperhatiin. Kurang tidur, jadi support-nya harus jelas,” pungas dr. Riyana.

Dengan support yang tepat dan kesempatan untuk me time, ibu akan lebih kuat secara emosional, lebih sehat secara fisik, dan pada akhirnya bisa merawat bayinya dengan lebih baik ya, Moms.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kisah Mitra Umimax yang Berdaya Usai Ikut Program TJSL Pertamina
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Muslimverse Luncurkan Tantangan Harian Ramadan hingga Hadiah Umrah Gratis
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Mobile Tutup Blank Spot Pengamatan
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Survei Indikator: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Ditopang Pemilih Gen Z
• 57 menit lalusuara.com
thumb
Cara Daftar BSU Februari 2026 Buat yang Belum Dapat
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.