Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK) berbicara tentang banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga di Jakarta. Menurut JK salah satu solusi untuk mengatasi banjir di Jakarta adalah dengan membangun hunian bertingkat.
"Kalau Jakarta ingin bersih, ingin tidak banjir, ingin tidak macet, hidup bertingkat, rumah tingkatan," kata JK usai kerja bakti bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di wilayah Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
JK tak menyalahkan warga yang saat ini rumahnya tidak bertingkat. Namun menurutnya ke depan konsep itu harus mulai dipertimbangkan.
"Jadi bagi, minta maaf, bagi bapak-bapak, ibu-ibu yang tinggal di rumah-rumah itu kita hargai. Tapi masa depan harus bertingkat," ucap JK.
Karena itu, JK mengimbau warga untuk dapat memahami jika suatu saat nanti lahan atau tanah mereka dibeli pemerintah untuk dijadikan sebagai hunian bertingkat.
"Jadi kalau tanahnya dibeli, tanahnya dibebaskan, itu jangan marah. Demi beliau juga agar jangan banjir, jangan kebakaran, jangan macet. Harus hidup bertingkat," tutur dia.
Pada kesempatan itu JK juga mencontohkan negara lain di Asia Tenggara yang sudah menerapkan konsep hunian bertingkat ini. Di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand hingga Kamboja.
"Cuma tinggal Jakarta dan Manila (yang belum menerapkan konsep hunian bertingkat), karena kita suka banjir. Karena tidak ada resapan lagi. Semua kalau kita di atas semua lihat, rumah demi rumah," ujar JK mencontohkan.
"Jadi tempat air tidak ada lagi masuk ke bawah, kurang, masih ada tapi kurang. Jadi kalau tingkat hidup ke atas, maka itu tidak banjir, kemudian juga air meresap ke bawah," sambung dia.
JK kembali mengingatkan agar warga mendukung langkah Pemprov DKI untuk memulai konsep tersebut untuk mengatasi Banjir.
"Jadi kita harus mendukung rencana Pak Gubernur untuk bikin rumah bertingkat. Jadi kalau ada yang dibebaskan, jangan protes. Karena demi Anda sendiri itu semua," papar JK.
Di sisi lain, JK juga menekankan bahwa masalah sampah yang menjadi salah satu penyebab banjir, bukan hanya tanggung jawab gubernur. Melainkan, tanggung jawab bersama semua pihak.
"Pokoknya kalau banjir, jangan marahi Gubernur, marahi diri sendiri. Kenapa rumah saya tidak bersih? Kenapa selokan saya tidak bersih? Kenapa buang sampah di sungai? Lihat apa yang diangkut itu, semua sampah," ucap dia.
(ond/idn)

.jpeg)


