JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik pungutan liar di Kota Tua, Jakarta Barat, yang viral di media sosial.
Pernyataan itu disampaikan Pramono merespons beredarnya video dugaan pungli terhadap pengendara sepeda motor di Jalan Kunir.
Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah orang diduga membuka akses jalan secara ilegal dan meminta uang kepada pengendara yang melintas.
Pramono memastikan, setiap pihak yang terbukti terlibat akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
Ia menekankan bahwa praktik semacam itu tidak boleh dibiarkan karena mencederai upaya pembenahan wajah Jakarta.
"Siapa pun yang melakukan pungli dan kemudian terbukti, saya akan bebas tugaskan di tempat itu," tegas Pramono di Cipinang Melayu Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Polisi Buru Pelaku Dugaan Pungli Buka Barrier Jalur Pintas di Kota Tua
Ia juga menambahkan, tidak ada ruang kompromi terhadap tindakan yang merugikan masyarakat.
"Enggak kompromi lagi dengan hal-hal seperti ini karena Jakarta harus dibangun dengan komitmen," lanjutnya.
Sebelumnya, beredar video yang menampilkan dugaan pungutan liar terhadap pengendara motor di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Rekaman yang diunggah akun Instagram @jakarta.terkini itu disebut terjadi di Jalan Kunir pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Dalam video tersebut terlihat seorang pria berhoodie abu-abu dan kaus putih bersama seorang perempuan berbaju putih hitam dan bermasker.
Keduanya diduga memanfaatkan barrier beton dan cone lalu lintas untuk membuka akses jalan.
Pria itu memegang palang merah, sementara perempuan berdiri di celah pembatas sambil membawa wadah yang diduga untuk menampung uang dari pengendara yang melintas tanpa harus memutar jauh.
Baca juga: Praktik Pungli Jalur Pintas di Kota Tua Muncul Saat Lalu Lintas Macet
Meski demikian, berdasarkan pantauan Kompas.com di Jalan Kunir, kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi praktik pungli itu kini sudah tidak lagi menunjukkan aktivitas pembukaan jalur pintas.