Gentengisasi yang Digarap Kopdes Merah Putih Bakal Maksimalkan Limbah Batu Bara

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bakal dilibatkan dalam proyek gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut produksi genteng oleh Kopdes Merah Putih dapat memanfaatkan teknologi baru untuk menghasilkan genteng yang lebih kuat.

Ferry menjelaskan teknologi tersebut antara lain memanfaatkan bahan campuran turunan limbah batu bara yang dicampurkan ke bahan baku tanah liat.

"Itu bisa dijadikan bahan campuran untuk menjadikan genteng yang berbahan baku tanah, ditambah sedikit bahan dari sisa batu bara. Itu bisa menjadikan hasil produk gentengnya akan lebih ringan dan lebih kuat," ujar Ferry di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikutip dari Antara, Minggu (8/2).

Ferry berharap dengan pendekatan teknologi baru, genteng dapat diproduksi dengan harga yang lebih terjangkau.

"Presiden bisa sampai memikirkan itu karena memang sebenarnya genteng bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah, terjangkau dengan tadi pendekatan-pendekatan baru," ujar Ferry.

Terkait potensi sebaran produksi oleh Kopdes Merah Putih, Ferry menilai ketersediaan bahan baku tanah menjadi modal yang dimiliki hampir seluruh daerah. "Kalau tanah kan semua juga ada," ungkap Ferry.

Ferry menjelaskan perhatian Prabowo terhadap genteng juga berkaitan dengan isu kebersihan lingkungan, di tengah persoalan sampah yang masih dihadapi berbagai daerah.

"Presiden ingin masalah 'resik', kebersihan, karena sekarang ternyata kan masalah sampah menjadi masalah yang terjadi di mana-mana dan belum ada solusinya. Sekarang pemerintah dalam waktu dekat akan ada pengelolaan sampah, jadi tidak dibuang ke TPA sampah, tapi langsung dikelola di tempat pengelolaan sampah," terang Ferry.

Selain kebersihan, kata Ferry, penggunaan genteng juga berkaitan dengan keindahan dan kenyamanan hunian masyarakat. Menurutnya, masih banyak rumah di berbagai daerah yang menggunakan atap seng yang cenderung panas dan mudah berkarat.

"Kalau Presiden lewat, di atas genteng itu masih banyak rumah-rumah yang menggunakan seng. Seng itu kan panas, kemudian karat dan lain sebagainya. Jadi sebenarnya akan lebih baik kalau rumah tinggal menggunakan genteng yang akan membuat lebih teduh, terus kemudian kualitasnya juga lebih kuat," tutur Ferry.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendagri Dampingi Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030 di Istiqlal
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Divonis 10 Bulan, Fariz RM Akan Bebas dari Penjara Pertengahan Februari 2026
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Piala Asia Futsal: Kalah Adu Penalti dari Iran, Indonesia Jadi Runner Up
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Sempat Kabur, Bos Blueray Cargo Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Menang Lewat Drama Adu Penalti Timnas Iran Raih Juara AFC Futsal ASIAN Cup 2026
• 17 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.