Penulis: Fityan
TVRINews - Sumatera
Personel militer dikerahkan untuk membersihkan infrastruktur vital dan rumah ibadah guna memulihkan stabilitas sosial pascabencana.
Satuan tugas TNI mengintensifkan operasi kemanusiaan lintas provinsi di Sumatra untuk memulihkan akses publik dan fasilitas sosial yang lumpuh akibat bencana alam. Fokus utama operasi ini meliputi pembersihan material sisa banjir, perbaikan rumah ibadah, serta normalisasi jalur distribusi logistik.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari fase transisi menuju pemulihan total, memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan keagamaan tanpa hambatan infrastruktur.
Restorasi Infrastruktur Kesehatan dan Transportasi
Di Aceh Tamiang, upaya pembersihan difokuskan pada instalasi farmasi di Kecamatan Karang Baru.
Dengan kombinasi alat berat dan tenaga manual, prajurit TNI membersihkan endapan lumpur serta sampah plastik yang sempat mengganggu layanan distribusi obat-obatan.
Sektor transportasi juga menjadi prioritas. Di Tapanuli Utara, pembersihan jalan desa di wilayah Parmonangan dan Adian Koting terus dilakukan secara gotong royong.
Normalisasi akses jalan ini dinilai krusial untuk menjamin kelancaran mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok yang sempat terhambat.
Rehabilitasi Ruang Sosial dan Keagamaan
Selain infrastruktur fisik, aspek spiritual dan sosial masyarakat turut menjadi perhatian utama dalam operasi pemulihan ini.
- Aceh: Perbaikan menyasar sejumlah Meunasah dan masjid di Kabupaten Pidie, Bireuen, hingga Gayo Lues. Personel TNI tidak hanya membersihkan sisa lumpur, tetapi juga melakukan pengecatan ulang dan perbaikan kerusakan struktural seperti jendela dan pintu.
- Sumatera Utara: Semangat inklusivitas terlihat dalam pembersihan gereja di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Gereja HKBP Bonalumban dan Gereja Katolik Hutagodang menjadi titik fokus perbaikan agar jemaat dapat segera beribadah dengan layak.
Mendorong Ketahanan Komunitas
Langkah terpadu ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat normalisasi kehidupan warga.
Kehadiran personel militer di tengah masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan tenaga, melainkan juga simbol kehadiran negara dalam fase krisis.
Fasilitas publik seperti pasar dan kantor desa yang mulai kembali beroperasi diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal yang sempat stagnan.
Dengan pulihnya pusat-pusat interaksi sosial ini, diharapkan kohesi sosial masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan berlangsung.
Editor: Redaktur TVRINews





