Respons Pengamat Usai Moody’s Pangkas Outlook Peringkat Kredit RI Jadi Negatif

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service memangkas outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Menurut ekonom dari CORE, Yusuf Rendy Manilet, penurunan outlook peringkat kredit Moody’s akan mempengaruhi persepsi investor global terutama institusi besar.

Sebab banyak mandat investasi mereka bergantung pada rating sovereign untuk mengukur country risk.

“Penurunan outlook dari Moody’s itu langsung memukul persepsi risiko Indonesia, bukan karena ekonomi mendadak melemah, tapi karena investor membaca ada potensi tekanan pada tata kelola dan konsistensi kebijakan ke depan,” kata Yusuf kepada kumparan, Minggu (8/2).

Meski demikian, Moody’s tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade. Meski demikian, hal ini masih akan berdampak pada volatilitas rupiah dan kenaikan yield SBN.

“Jadi ketika outlook turun, walau rating masih investment grade, investor otomatis meminta risk premium lebih tinggi, jadi lebih hati-hati, dan sebagian menunda penempatan dana. Efeknya terlihat di volatilitas rupiah dan kenaikan yield SBN,” jelas Yusuf.

Adapun Yusuf menilai yang disorot Moody’s bukan hanya sekadar pertumbuhan ekonomi melainkan juga prediksi kebijakan serta disiplin fiskal. Untuk itu, respons pemerintah diharap bisa tepat untuk menanggapi penilaian Moody’s tersebut.

“Respons pemerintah yang menekankan fundamental kuat itu perlu, tapi pasar butuh lebih dari sekadar narasi. Yang penting sekarang adalah melakukan konsolidasi kebijakan fiskal yang kredibel dan sinkron dengan kebijakan moneter, sehingga arah pembiayaan, defisit, dan stabilitas nilai tukar terbaca jelas oleh investor,” saran Yusuf.

Sorotan lain datang dari ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin. Menurutnya, walau rating tetap investment grade tetapi mengalami penurunan outlook, jika kondisi tidak diperbaiki maka ada potensi rating Indonesia ‘terpeleset’ menjadi spekulatif atau non investment grade.

“Situasi kita saat ini merupakan yang terburuk sejak 2017, dan merupakan penurunan pertama sejak periode 2000-an. Perkembangan ini tentunya sangat mengkhawatirkan,” kata Wijayanto.

Sebelumya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta 5 bank besar yang mengalami penurunan outlook kredit menjadi negatif untuk memberikan penjelasan kepada lembaga pemeringkat global, Moody’s Ratings.

Moody's memangkas outlook kredit Indonesia dari Stabil menjadi Negatif. Lembaga tersebut kemudian merevisi outlook kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjadi negatif.

"Ya, kalau itu, kan, nanti perlu penjelasan dari masing-masing perbankan kepada Moody's, karena semua rating agency itu kuncinya juga perlu dijelaskan apa yang menjadi concern mereka dan concern itu tentu perlu diberikan jawaban yang memadai," ungkap Airlangga saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (7/2).

Airlangga melanjutkan meski terdapat beberapa kekhawatiran, Moody's tetap mempertahankan peringkat kredit secara nasional pada level Baa2, masih di atas batas investment grade. Kekhawatiran tersebut, kata dia, perlu direspons masing-masing korporasi.

"Kemudian kalau dari segi nasional Moody's tetap Indonesia di dalam investment grade, hanya outlook itu sesuatu yang mereka khawatir, nah kekhawatiran itu yang perlu dijawab," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Disambut Warga di Luar Stadion Gajayana
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Bisa Mengelak? Ahli Sebut Audit Negara Sah Jerat Nadiem Makarim di Kasus Chromebook
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Canda Pramono Tak Mau Masuk Gorong-gorong: Yang Kerja Pikiran dan Otak
• 8 jam laludetik.com
thumb
Berenang di Area Bahaya, Wisatawan Asal Jakarta Tewas Tenggelam di Pantai Lebak
• 4 jam laludetik.com
thumb
Kata Prabowo Umat Islam Indonesia Jadi Contoh Dunia
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.