Asyik dengan Medsos, Publik Tetap Cari Pers Saat Butuh Informasi Terpercaya

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai masyarakat Indonesia saat ini tengah menikmati dinamika media sosial yang sarat sensasi dan emosi. Meski demikian, masyarakat tetap mencari pers saat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya. 

Hidayat menggambarkan disrupsi informasi dari media sosial saat ini seperti bencana banjir. Dalam kondisi tersebut, masyarakat pada akhirnya merindukan dan mencari air bersih. 

"Pers ini merupakan semacam lembaga penyulingan. Bagaimana menemukan kembali, mengemas kembali, sehingga banyak air bersih yang bisa ditawarkan kepada masyarakat," ujar Komaruddin saat memberikan acara Konvensi Nasional Media Massa, Hari Pers Nasional, Minggu (26/2).

Hasil penelitian, menurut dia, juga menunjukkan bahwa publik yang merasa bingung dan lelahatas beragam informasi dari media sosial akan kembali mencari informasi dari media arus utama. Menurut dia, fenomena tersebut menunjukkan bahwa pers masih memegang peran penting sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya.

Ia juga menekankan bahwa kondisi disrupsi tersebut adalah fenomena global dan bagian dari dinamika sejarah. Karena itu, ia mendorong insan pers untuk tetap optimistis dan kreatif dalam menghadapi perubahan. “Kita boleh berkeluh kesah, tetapi jangan lama-lama,” ujarnya.

Menurut dia, disrupsi adalah konstanta dalam sejarah yang hadir dalam setiap fase perjalanan peradaban. Dengan adanya disrupsi, menurut dia, peradaban bergerak maju karena manusia ditantang untuk menjadi kreatif dan inovatif.

"Ketika kita berada di tengah suasana disrupsi, sering kali muncul kebingungan. Namun sesungguhnya, ini adalah bagian dari mata rantai panjang perjalanan sejarah itu sendiri," kata dia.

Dalam setiap era disrupsi, menurut Komaruddi, setidaknya ada tiga kelompok masyarakat. Pertama, mereka yang merasa kalah dan terus-menerus mengeluh. Kedua, mereka yang bersikap wait and see, bertahan sambil membaca situasi. Ketiga, kelompok kreatif dan pionir yang justru melihat peluang, mencari cara menghadapi perubahan, dan membuka dunia baru di balik disrupsi tersebut.

"Saya merasa gembira melihat insan pers yang saya temui tetap optimis, dinamis, dan bersemangat menghadapi era disrupsi. Antusiasme yang terlihat hari ini menjadi bukti nyata semangat tersebut," kata dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Guyon Ogah Masuk Gorong-gorong, Pramono Pilih Kerja Pakai Otak dan Pikiran
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Jerry Aurum Tak Ingin Konflik Denada dan Ressa Rizky Berdampak Buruk pada Aisha
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
BPBD: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Probolinggo
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Pendiri dan Eks Ketua Umum Jakmania Sebut Peluang Persija Juara Lebih Besar ketimbang Persib: 60 Vs 40 Persen
• 8 jam lalubola.com
thumb
PPP Dukung Langkah Prabowo Bela Palestina Lewat BoP, Disebut Berjuang dari Dalam
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.